Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

31 Ribu Jadi Korban Banjir Citarum

Senin 08 Apr 2019 21:13 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak di depan toko-toko di pasar Dayeuhkolot terpaksa tidak berjualan. Akibat terendam banjir, Senin (8/4).

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak di depan toko-toko di pasar Dayeuhkolot terpaksa tidak berjualan. Akibat terendam banjir, Senin (8/4).

Foto: Republika/Fauzi Ridwan
Ketinggian air Banjir Citarum bervariasi dari 10 sentimeter sampai dua meter lebih.

REPUBLIKA.CO.ID, BALEENDAH -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengungkapkan kurang lebih sebanyak 14 ribu kepala keluarga (KK) atau 31 ribu jiwa terkena dampak banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung. Ketinggian air bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga lebih dari dua meter.

Baca Juga

Di Dayeuhkolot, tercatat tiga ribu KK dengan jumlah sembilan ribu jiwa. Kemudian, di Baleendah delapan ribu KK dengan jumlah jiwa mencapai 21 ribu dan di Bojongsoang dua ribu lebih KK dengan jumlah jiwa mencapai tujuh ribu lebih. Sementara itu, yang mengungsi di tiga kecamatan dan berada beberapa titik mencapai 700 jiwa lebih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Sudrajat, mengungkapkan hingga pukul 18.00 WIB, Senin (8/4), banjir masih merendam tiga kecamatan yaitu Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

"Ketinggian air dari 10 sentimeter sampai dua meter lebih," ujarnya, Senin (8/4). Menurutnya, titik terdalam banjir berada di Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot dan di Kelurahan Andir, Baleendah.

Ia mengatakan, penyebab banjir dikarenakan hujan deras yang mengakibatkan debit air tinggi di Sungai Citarum. Kemudian meluap ke pemukiman warga yang berada di bantaran sungai tersebut.

Dirinya menambahkan, selain banjir di tiga kecamatan tersebut. Banjir sempat terjadi dan merendam pemukiman di beberapa titik seperti di Kecamatan Ciparay, tepatnya di Jalan Sapan menuju Gedebage.

Kemudian Kecamatan Cileunyi dan di Kecamatan Banjaran, tepatnya dijalan Kamasan dan Rancaekek. Sudrajat mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada selama masih terjadi banjir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA