Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

6.512 Personel Gabungan akan Amankan Pemilu di Pekalongan

Senin 18 Mar 2019 17:05 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Esthi Maharani

Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Masyarakat Kabupaten Pekalongan agar ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Sebulan menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan, mulai mematangkan langkah pengamanan yang akan dilakukan. Hal ini ditandai dengan digelarnya upacara bersama dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan, di lapangan belakang Setda Pekalongan, Senin (18/3). 

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan selaku inspektur upacara menyebutkan, untuk pengamanan pemilu di wilayahnya, akan ada sebanyak 6.512 personel gabungan yang akan terlibat dalam upaya melakukan pengamanan. Petugas gabungan tersebut, selain berasal dari unsur Polri, juga berasal dari unsur Kodim 0710, anggota satlinmas, satpol PP dan damkar.

''Dalam pengamanan pemilu ini, pihak kodim akan mengerahkan sekitar 100 personel, Polres Pekalongan 524 anggota dan 50 personel bantuan dari Polda Jateng, dan 20 anggota Satbrimob Polda Jateng. Sisanya dari satlinmas dan satpol PP,'' katanya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dalam kesempatan itu mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan agar ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu. Menurut dia, indikator kesuksesan pemilu dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat.

''Pemilu sangat penting karena menentukan nasib masyarakat lima tahun mendatang, maka dari itu kami terus mendorong agar masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya,'' katanya.

Terkait dukungan personel pengamanan, Bupati Asip pihaknya menurunkan seluruh anggota linmas dan 50 personel satpol PP untuk membantu pengamanan pemilu. ''Sedangkan, pada petugas damkar, kami instruksikan untuk siaga mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan,'' tambahnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA