Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Lampung

Senin 11 Mar 2019 19:11 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ani Nursalikah

Hujan lebat disertai petir.

Hujan lebat disertai petir.

Foto: Antara/Dedhez Anggara
BMKG meminta warga di Lampung waspada hujan yang turun lebat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Lampung pada Senin (11/3) siang dan malam hari. BMKG meminta warga di Lampung waspada hujan yang turun lebat disertai petir dan kilat serta angin kencang.

Keterangan yang diperoleh dari BMKG Lampung, Senin (11/3), hujan lebat akan terjadi Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Hujan dengan intensitas sedang terjadi petang dan malam hari di Kota Agung (Tanggamus), Liwa (Lampung Barat), Kota Bandar Lampung, Gunung Sugih (Lampung Tengah), Kalianda (Lampung Selatan), Kotabumi (Lampung Utara), dan Kota Metro.

Pada Senin petang, Kota Bandar Lampung kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan. Namun, warga yang sebelumnya terkena banjir kembali waspada air akan naik seperti sebelumnya sampai satu meter lebih. Warga yang masih waspada ancaman banjir terpantau di kawasan Srengsem (Panjang), Bumi Waras, Sukarame, Kelapa Dua, dan sebagian Telukbetung.

“Kalau sudah hujan sore hari, kami harus siap-siap dan waspada. Karena air tiba-tiba langsung naik tinggi masuk ke rumah karena banjir kiriman,” kata Irwan, warga Srengsem, Panjang. Saat ini, warga masih menjemur perabotan rumah tangganya yang terendam banjir dan menyisakan lumpur.

Sebelumnya pada Sabtu malam pekan lalu, sejumlah rumah di kawasan Srengsem mengalam banjir setinggi lutut orang dewasa. Warga tidak dapat menyelamatkan perabotan rumah tangganya, mereka mengevakuasi anggota keluarganya ke tempat yang lebih tinggi. Sebuah rumah hanyut dibawa arus, namun tidak ada korban jiwa.

Banjir pekan lalu, juga merendam sejumlah rumah di kawasan Jalan Hanoman, Kelapa Dua, Bandar Lampung. Banjir di kawasan tersebut karena gorong-gorong tersumbat sehingga air tidak mengalir dan meluap ke pemukiman penduduk.

Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung Rizki mengatakan, banjir pekan lalu telah merendam ratusan rumah warga tersebar di Panjang, Bumi Waras, dan Kerawang. Menurut dia, genangan air yang masuk ke rumah warga berkisar 30 cm sampai 1,5 meter. Kecamtan Panjang menjadi daerah terdampak parah banjir Sabtu malam pekan lalu, karena hampir semua rumah warga terendam banjir.

BPBD Bandar Lampung telah membantu dua mobil Damkar untuk menyemprot rumah warga yang masih menyisakan lumpur bekas genangan banjir. Selain itu, Pemkot Bandar Lampung juga telah menyalurkan bantuan makanan dan minuman kepada korban banjir yang berada di daerah Panjang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA