Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Banyak Daerah Diterjang Banjir? Ini Kata Pakar Banjir

Ahad 10 Mar 2019 18:07 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Guru mengeluarkan meja dan kursi ketika membersihkan ruang kelas yang tergenang banjir di SDN Rongtengah 1, Sampang, Jatim, Selasa (1/3).

Guru mengeluarkan meja dan kursi ketika membersihkan ruang kelas yang tergenang banjir di SDN Rongtengah 1, Sampang, Jatim, Selasa (1/3).

Foto: Antara/Saiful Bahri
Posisi matahari dan bulan yang berdekatan dengan bumi berpengaruh pada banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pakar banjir dari Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Suharjoko memaparkan penyebab banyaknya daerah-daerah yang akhir-akhir ini diterjang bencana banjir. Menurutnya, bencana banjir yang melanda beberapa daerah tersebut dikarenakan posisi matahari dan bulan yang berdekatan dengan bumi.

Baca Juga

Posisi bulan dan matahari yang berdekatan dengan bumi tersebut, Suharjoko mengatakan, membuat perubahan iklim sangat ekstrim. "Jadi kalau hujan ya hujannya deras sekali, kalau panas ya panas sekali, kalau angin ya kecang sekali," ujar dosen Teknik Infrastruktur Sipil ITS tersebut, saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (10/3).

Suharjoko menjelaskan, posisi matahari yang berdekatan dengan bumi biasanya terjadi pada Januari. Sementara, posisi paling dekatnya bulan dengan bumi biasanya terjadi pada bulan Suro atau Muharam, yang tahun lalu bertepatan dengan September 2018. Posisi bulan dan matahari dengan bumi tersebut sangat memengaruhi perubahan iklim.

"Jadi sesungguhnya gerakan magma, air, angin, dan awan itu sangat dipengaruhi posisi matahari dan bulan terhadap bumi," ujar Suharjoko.

Terkait solusi mengahadapi bencana tersebut, Suharjoko mengatakan, bencana yang disebabkan faktor alam tidak bisa dihindari. Solusi terbaik menurutnya adalah memberi pengetahuan kepada masyarakat terkait kemungkinan bencana yang melanda daerahnya. Sehingga masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana tersebut.

"Ya kalau menghadapi alam memang gak bisa. Kalau seperti ini ya memberi pengetahuan kepada masyarakat agar siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Kemudian untuk menguranginya ya saluran-saluran supaya diperbaiki, dan sebagainya," ujar Suharjoko.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA