Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Pemerintah Daerah Perlu Optimalkan Potensi Wisata

Jumat 01 Mar 2019 12:12 WIB

Red: Agung Sasongko

Kawasan wisata Sleman. Ilustrasi

Kawasan wisata Sleman. Ilustrasi

Foto: pariwisata.slemankab.go.id
Manajemen guna mengoptimalkan potensi wisata perlu ditingkatkam

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pemerintah daerah sudah seharusnya menguasai potensi wisata. Politikus Partai NasDem, Pudji Hartanto menilai manajemen sangat penting bagaimana melayani masyarakat yang akan wisata. 

Karena, ini masih sangat rendah di bidang SDM (sumber daya manusia) untuk melayani itu. Namun, untuk hal lain seperti infrastruktur sudah bagus hanya manajemen yang perlu ditingkatkan.

“Pemerintah daerah dengan ada kepedulian ditambah pemerintah pusat yang berikan instruksi, mau tidak mau ya tempat wisata ini dijadikan sebagai ikon,” jelas dia dalam siaran persnya, Jumat (1/3).

Ia mengatakan pariwisata di Indonesia sebenarnya sudah banyak yang kelasnya dunia, misalnya Borobudur hingga nan jauh di Sorong yakni Raja Ampat. Bahkan, masih banyak lagi objek wisata lain yang kelasnya dunia di Indonesia.

Namun, mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini mengatakan pemerintah harus total menjadikan pariwisata Indonesia sebagai komoditi yang luar biasa selain Bali. Padahal, daerah lain menyimpan banyak potensi wisata yang nilainya luar biasa.

“Tempat objek wisata itu sendiri juga kurang jadi acuan dan magnet, misalnya masalah kecil seperti kebersihan dan manajemen,” ujar caleg NasDem dari Dapil Jawa Barat IV (Kabupaten dan Kota Sukabumi)

Wakil Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia Rudiana mengatakan, secara peningkatan memang ada peningkatan tren naik, namun kalau dari sisi destinasi, Bali masih utama. 

“Ada target yang belum tercapai, lalu juga ada bencana, yang membuat orang yang melakukan pembatalan ke Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan, seluruh pemangku kepentingan pariwisata memang harus berperan demi meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia.  Namun ia melihat justru kendala terjadi pada wisatawan domestik.

“Karena tiket pesawat mahal, orang Indonesia malah tidak jadi, atau menunda keberangkatan. Akhirnya mereka malah pergi ke luar negeri, dimana tiketnya lebih murah,” tuturnya.  

Dikatakan Rudi, pembangunan destinasi baru atau New Bali yang digadang-gadang pemerintah diharapkan segera bisa direalisasikan. 

“Harapannya ke depan pemerintah lebih mempercepat New Bali, dan juga ada stabilisasi politik. Berita-berita Hoaks juga ada pengaruh ke pariwisata, mudah-mudahan politik Indonesia bisa cepat stabil, dan tidak ada bencana tentunya,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya beberapa waktu lalu mengatakan, dirinya yakin Indonesia bisa mengalahkan Thailand dalam hal jumlah wisman. Saat ini, rata-rata kunjungan Wisman ke Thailand mencapai 35 juta per tahun.

Arief mengatakan Indonesia harus berada di depan Malaysia dan Thailand. Dikatakannya, Indonesia sempat menempati peringkat 70 pada 2014 dalam hal daya saing pariwisata. Setelah melakukan pembenahan, peringkat Indonesia langsung naik 20 poin ke peringkat 50.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA