Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Komunitas Ini Ingin Masyarakatkan Film Dokumenter

Senin 25 Feb 2019 14:58 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Esthi Maharani

Film Dokumenter Whose Streets?

Film Dokumenter Whose Streets?

Foto: Reuters
Komunitas Sodoc berupa pemutaran film dokumenter disambung dengan diskusi

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Komunitas Solo Documentary (Sodoc) berupaya memasyarakatkan film dokumenter melalui diskusi dan pemutaran film. Komunitas tersebut dibentuk oleh sejumlah mahasiswa dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo pada 2015. Awalnya, Sodoc hanya berkembang di dalam kampus. Namun, seiring anggotanya banyak yang lulus, Sodoc telah berbadan hukum sejak Maret 2018.

Ketua sekaligus salah satu pendiri Sodoc, Dimas Erdhinta Pratama Putra, mengatakan, kegiatan rutin Komunitas Sodoc berupa pemutaran film dokumenter disambung dengan diskusi. Selain itu, membangun jaringan dengan sesama komunitas film dan komunitas apapun, serta mengikuti kegiatan-kegiatan yang tidak berkaitan dengan film sebagai referensi.

Tujuan dibentuknya Komunitas Sodoc untuk memasyarakatkan film dokumenter. Meskipun orang umum sudah mengenal film dokumenter. Komunitas Sodoc berupaya memberikan manfaat terutama bagi warga Solo dari berbagai kegiatan yang digelar.

"Kami memberikan warna yang berbeda dari dunia perfilman terutama dari dokumenter. Dari beberapa komunitas film dokumenter yang ada di indonesia, kami memberikan sudut pandang lain. Kami memutarkan film-film ringan yang sesuai dengan sudut pandang kami. Isunya besar tapi cara penyampaiannya ringan," papar Dimas saat dihubungi Republika, Senin (25/2).

Beberapa film dokumenter yang pernah diputar dan didiskusikan, antara lain, Lakardowo Mencari Keadilan karya, Nyanyian Akar Rumput karya Yuda Kurniawan, Tanz karya Tetty Ikawati, Indonesia Bukan Negara Islam karya Jason Iskandar, dan Sekolah Kami Hidup Kami karya Steve Pilar.

Di samping itu, Sodoc mempunyai kegiatan rutin dua tahunan berupa Festival Film yang digelar selama beberapa hari. Sejumlah kegiatan digelar dalam Festival Film, antara lain, kompetisi film dokumenter, ekshibisi, kelas edukasi tentang perfilman, pemberian penghargaan, pameran poster, serta pemutaran film-film dokumenter dari luar negeri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA