Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Satu Warga Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Kamis 21 Feb 2019 23:04 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Korban tewas (ilustrasi)

Korban tewas (ilustrasi)

Foto: www.123rf.com
Warga gtersebut tersambar petir saat beristirahat usai memanen padi di sawah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Satu warga Desa Kandangan, Bojonegoro, Jawa Timur, atas nama Rajan bin Rochim (60) tewas tersambar petir. Dia tersambar petir saat beristirahat usai memanen padi di sawah desa setempat, Kamis (21/2).

"Korban tersambar petir bersamaan dengan hujan gerimis saat beristirahat usai makan siang sekitar pukul 11.30 WIB," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro.

Baca Juga

Korban, menurut dia, ketika itu bersama dengan sesama buruh panen lainnya, yaitu Supriyanto (49), dan Abdul Rochim (35), juga warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk. Mereka duduk-duduk usai bekerja memanen tanaman padi milik Ramijan yang juga di Desa Kandangan.

"Ketika mereka bertiga beristirahat setelah makan siang, korban ketika duduk berteduh tersambar petir," ucapnya menambahkan.

Supriyanto yang berada di sebelah korban tahu kondisi korban Rajan bin Rochim, yang tersambar petir itu masih dalam kondisi hidup. Bersama dengan Abdul Rochim, Supriyanto berusaha memberikan pertolongan kepada korban dengan mencarikan rumput jenis "teki" dan "glinting" yang diyakini bisa menyembuhkan korban tersambar petir.

"Pada waktu itu jantung korban masih berdenyut. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Trucuk. Tapi dokter puskesmas Teguh Sulistyono menyatakan korban sudah meninggal dunia," kata dia menjelaskan.

Dari hasil pemeriksaan secara medis, lanjut dia, pada tubuh korban terdapat luka lebam pada punggung kiri, paha kiri luar, mengeluarkan aroma hangus, dan telinga kanan mengeluarkan darah. "Setelah dilakukan pemeriksaan korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan," katanya.

Ia menambahkan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro untuk korban tersambar petir memperoleh santunan uang sebesar Rp 2,5 juta yang diserahkan kepada ahli warisnya. "Selama musim hujan tahun ini baru sekali ini ada korban meninggal tersambar petir," ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan di bulan Februari ini. Karena selain rawan angin kencang, juga sering muncul petir.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA