Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Sukabumi Targetkan Cetak 300 Wirausaha Baru dalam Setahun

Jumat 15 Feb 2019 14:31 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Esthi Maharani

Hutan Bakau

Hutan Bakau

Foto: Wikipedia
Pelatihan di Sukabumi dikhususkan untuk perkayuan dan alat permesinan

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kota Sukabumi menargetkan bisa mencetak sebanyak 300 orang wirausaha baru selama satu tahun. Hal ini dilakukan agar perkembangan ekonomi di daerah terus menggeliat.

'' Sesuai visi misi wali kota dalam lima tahun ke depan ingin mencetak wirausaha muda 5.000 orang dalam lima tahun dan minimal rata-rata 300 orang selama setahun,'' ujar Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi Yadi Erlangga kepada wartawan di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi Jumat (15/2).

Hal ini disampaikan disela-sela bimbingan teknis kewirausahaan yang dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Oleh karena itu kata Yadi, pemkot menyambut positif adanya pelatihan dan bimtek yang digelar Kemenperin kepada calon wirausaha muda. Pelatihan ini untuk memberikan kemampuan teknis kepada industri kecil dan menengah (IKM) dalam bidang perkayuan alat dan permesinan.

Kepala Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri Kememperin Adhe Aries Priatna menambahkan, pelatihan yang digelar di Sukabumi dilakukan untuk mendorong pencetakan wirausaha baru.

''Kendala yang terjadi saat ini jumlah wirausaha baru kurang dan banyak yang belum mampu,'' imbuh dia.

Adhe menuturkan, pelatihan di Sukabumi dikhususkan untuk perkayuan dan alat permesinan karena di Sukabumi bahan bakau cukup tersedia dan belum termanfaatkan secara optimal.
 
Lebih lanjut Adhe mengatakan, nantinya pemerintah juga memfasilitasi perizinan dan mendapatkan sarana peralatan yang dibutuhkan pelaku IKM. Selain itu kata Adhe akan diarahkan untuk mengikuti magang di perusahaan. Targetnya mereka bisa berusaha dengan keahlian yang baik dan menghasilkan produk yang berkualitas.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA