Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Sukabumi Gencarkan Promosi Wisata Heritage dan Kuliner

Senin 11 Feb 2019 07:35 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas memeriksa curug di kawasan wisata alam Curug Hepi, Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2018).

Petugas memeriksa curug di kawasan wisata alam Curug Hepi, Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2018).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Komunitas mobil ikut mempromosikan wisata Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Pemerintah Kota Sukabumi menggiatkan promosi wisata heritage dan kuliner. Salah satunya dengan menggandeng komunitas mobil yang ada di Sukabumi.

''Kami gencar mempromosikan wisata unggulan seperti heritage dan kuliner termasuk menggandeng komunitas mobil,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan Sabtu (9/2) malam.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan peserta touring komunitas mobil Fortuner Id42ner di Hotel Maxone Kota Sukabumi. Menurut Fahmi, wisata heritage dan kuliner di Kota Sukabumi tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Sehingga bisa menjadi daya tari bagi para wisatawan baik domestik maupun luar negeri.

Fahmi menerangkan, wisata heritage misalnya bangunan tempat pengasingan bung Hatta dan Syahrir di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi. Sementara wisata kuliner contohnya kue mochi di Jalan Kaswari Kota Sukabumi.

Keberadaan wisata ini ungkap Fahmi coba disampaikan kepada para anggota komunitas mobil. Di antaranya komunitas mobil Fortuner yang anggota berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Harapannya ungkap Fahmi, para komunitas mobil bisa menyebarluaskan kawasan wisata di Kota Sukabumi kepada yang lainnya. Sehingga jumlah wisatawan yang datang ke Sukabumi bertambah banyak dibandingkan sebelumnya.

Presiden komunitas mobil Fortuner Id42ner Danu Erlangga menerangkan, kehadiran komunitas yang didirikan sejak 2007 itu untuk melakukan touring ke sejumlah lokasi wisata di Sukabumi. '' Kami ikut mendukung potensi wisata di Sukabumi,'' kata dia. 

Danu menerangkan, potensi wisata di Sukabumi cukup bagus dan menarik. Sehingga anggota komunitas yang mencapai 1.860 member dari berbagai daerah berdatangan ke Sukabumi.

Di sisi lain Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan naiknya tingkat kunjungan wisatawan. Caranya dengan mengadakan event wisata yang berskala nasional maupun internasional.

"Prinsipnya kami menginginkan pengembangan event wisata yang masuk kalender Kemenpar dan berskala nasional maupun regional serta internasional,'' ujar Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Yudi Yustiawan.

 Kemenpar menyambut antusias keinginan Kota Sukabumi. Sehingga ke depan akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan di lapangan.

Misalnya ungkap Yudi, pada Maret mendatang akan dilakukan dua event besar yakni helaran dan Sukabumi City Fest. Harapannya agenda ini menjadi event nasional dan dihadiri pejabat Kemenpar.

Selain itu kata Yudi, ditargetkan akan hadir wisatawan baik lokal, luar daerah hingga manca negara. Acara ini digagas komunitas penggiat wisata dan pemerintah harus hadir memberikan dukungan.

Diakui Yudi, wisata kreatif berupa kuliner menjadi andalan Kota Sukabumi. Di samping itu potensi wisata heritage atau bangunan tua bersejerah yang banyak terdapat di Kota Sukabumi. Sementara pengembangan wisata alam hanya dari pemandian air panas Cikundul.

Menurut Yudi, Kota Sukabumi memiliki keterbatasan dalam potensi wisata alam. Sehingga lebih mengandalkan sektor wisata industri krearif. 

Namun ujar Yudi, wisata kreatif, heritage dan wisata alam ini tetap akan digenjot secara bersamaan. Targetnya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

'' Target jumlah kunjungan 2019 ini bisa melebihi 2018 lalu yang mencapai 188 ribu orang,'' kata Yudi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA