Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Bos Kartel Disebut Suap Eks Presiden Meksiko 100 Juta Dolar

Rabu 16 Jan 2019 10:28 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Bos kartel narkoba terkuat di Meksiko, Joaquin

Bos kartel narkoba terkuat di Meksiko, Joaquin

Foto: Reuters/Henry Romero/File Photo
Nieto telah menyangkal semua tuduhan suap yang diarahkan kepadanya.

REPUBLIKA.CO.ID,KOTA MEKSIKO -- Mantan presiden Meksiko Enrique Pena Nieto menerima suap 100 juta dolar AS dari gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman. Hal itu diungkapkan Alex Cifuentes, seorang terdakwa kasus perdagangan kokain dan heroin yang sedang menjalani persidangan di Amerika Serikat (AS).

Seperti dilaporkan laman BBC, Rabu (16/1), Cifuentes mengatakan, ia adalah rekan dekat El Chapo selama bertahun-tahun. Saat memberi keterangan di pengadilan Brooklyn, New York, dia mengungkapkan telah memberitahu pihak berwenang Meksiko tentang tindakan suap yang dilakukan El Chapo kepada Nieto.

El Chapo, kata dia, memberikan uang sebesar 100 juta dolar AS kepada Nieto pada 2016. Menurut wartawan yang meliput persidangan Cifuentes, sebelum menerima suap, Nieto sebenarnya meminta uang sebesar 250 juta dolar AS kepada El Chapo

Baca juga, El Chapo Diekstradisi ke AS.

Nieto belum memberi tanggapan apa pun tentang keterangan yang disampaikan Cifuentes di persidangan. Namun dia telah menyangkal semua dugaan suap dan korupsi yang ditujukan padanya sejak Cifuentes disidangkan pada November tahun lalu.

Cifuentes adalah gembong narkoba asal Kolombia. Menurut jaksa penuntut, dia adalah tangan kanan El Chapo. Cifuentes dan El Chapo pernah bersembunyi bersama di pegunungan Meksiko saat diburu otoritas keamanan di sana.

Cifuentes tertangkap dan diekstradisi ke AS pada 2013. Dalam kesepakatan dengan jaksa penuntut, dia mengaku bersalah atas perdagangan narkoba.

Sejak November, El Chapo telah menjalani persidangan di pengadilan Brooklyn. Ia didakwa melakukan perdagangan kokain, heroin, dan obat-obatan terlarang lainnya. AS menganggapnya sebagai kartel narkoba terbesar di dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA