Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

BPBD: Api di Gunung Sumbing telah Padam

Sabtu 22 Sep 2018 07:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Asap mengepul dari kebakaran hutan gunung Sumbing di Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (17/9).

Asap mengepul dari kebakaran hutan gunung Sumbing di Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (17/9).

Foto: Antara/Anis Efizudin
Kebakaran hutan di Gunung Sumbing dan Sindoro sudah padam sepenuhnya.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyatakan kebakaran hutan di kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing telah sepenuhnya padam. Kebakaran telah melanda selama hampir dua pekan. 

"Setelah kebakaran di Gunung Sindoro padam beberapa hari lalu, kini api di Gunung Sumbing juga bisa dipadamkan," kata pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Jumat.

Menurut dia, padamnya kebakaran tersebut tidak lepas dari peran berbagai pihak yang telah melakukan upaya pemadaman. Petugas gabungan telah berupaya memadamkan dibantu para relawan. Di samping itu, upaya pemadaman dengan bantuan helikopter Kamov milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga digulirkan.

photo
Kobaran api dan kepulan asap kebakaran hutan Gunung Sindoro terlihat dari Desa Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (10/9).


Akibat bencana tersebut, lahan yang terbakar secara keseluruhan di dua gunung itu mencapai 892,5 hektare. Kebakaran menghanguskan 506,9 hektare di di Gunung Sumbing dan 385,6 hektare dan Gunung Sindoro.

Berdasarkan penghitungan sampai saat ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp133.860.000 dengan rincian Rp76.035.000 untuk Gunung Sumbing dan Rp57.825.00 untuk Gunung Sindoro. "Kerugian tersebut karena api melahap kawasan hutan lindung yang tidak hanya berisi rumput ilalang saja, namun juga vegetasi pepohonan kayu keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi," jelas Gito.

Meskipun api sudah padam, petugas masih disiagakan untuk melakukan pemantauan berkala. Mereka ditugaskan untuk memantau kemungkinan masih munculnya titik api baru. Apalagi, saat ini masih banyak ditemukan padang ilalang yang sangat kering di sekitar lokasi bekas kebakaran serta hembusan angin yang sangat kencang.

"Jangan sampai kita lengah apabila sewaktu-waktu muncul kembali nyala api karena saat ini masih rentan terjadi kebakaran," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA