Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Indramayu Waspadai Kiriman Air dari Hulu Cimanuk

Rabu 28 Feb 2018 15:53 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Gita Amanda

Warga di Blok Como, Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu  bergotong royong menambal rembesan sungai Cimanuk dengan menggunakan karung tanah dan pasir, Jumat (23/2).

Warga di Blok Como, Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu bergotong royong menambal rembesan sungai Cimanuk dengan menggunakan karung tanah dan pasir, Jumat (23/2).

Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Potensi banjir justru akan terjadi ketika hujan lebat mengguyur wilayah hulu Cimanuk.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kabupaten Indramayu hingga kini masih terus mewaspadai kiriman air dari hulu sungai Cimanuk. Sebab, kiriman air itu bisa berpotensi menimbulkan banjir di wilayah Kabupaten Indramayu yang merupakan hilir dari sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) itu.

"Kalau Cimanuk di hulunya hujan lebat, maka otomatis debit air Cimanuk di Indramayu akan meningkat," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana, Rabu (28/2).

Edi mengungkapkan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu justru tidak akan begitu berdampak terhadap timbulnya banjir. Namun, potensi banjir justru akan terjadi ketika hujan lebat mengguyur wilayah hulu Cimanuk.

Apalagi, saat ini di sepanjang aliran Sungai Cimanuk banyak terdapat tanggul kritis. Tanggul tersebut bisa berpotensi jebol. Jika debit hulu Sungai Cimanuk tinggi, maka masyarakat Indramayu harus siaga tanggul jebol.

Edi menambahkan, saat debit sungai Cimanuk tinggi dan sempat melimpah pekan lalu, dampaknya ke pemukiman tidak terlalu dirasakan. Hanya saja di beberapa wilayah dilaporkan tanggul-tanggul mengalami rembes, seperti di Pamayahan, Panyindangan Kulon, Rambatan Wetan, dan Pilangsari.

BPBD Indramayu pun saat ini terus memantau ketinggian air di Bendung Bangkir. Pekan lalu, ketinggian muka air di Bendung Bangkir sempat menyentuh 5,8 meter. Padahal, normalnya hanya berkisar tiga meter. 

"Terkait stok logistik bencana, saat ini aman. Ada di Bulog dan Dinas Sosial setempat," tutur Edi.

Sementara itu, Bupati Indramayu Anna Sophanah berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung segera melakukan perbaikan tanggul kritis pada tahun ini. Sebab, kondisi tanggul kritis yang ada saat ini sudah mengkhawatirkan.

"Agar masyarakat Indramayu tidak terdampak oleh meluapnya Sungai Cimanuk," tutur Anna.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA