Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

BMKG: Seluruh Wilayah Kalsel Diselimuti Kabut Asap

Senin 09 Sep 2019 20:17 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Kelotok (perahu bermesin) melintas di Sungai Martapura yang diselimuti kabut asap di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (5/9/2019).

Kelotok (perahu bermesin) melintas di Sungai Martapura yang diselimuti kabut asap di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (5/9/2019).

Foto: Antara/Bayu Pratama S
Munculnya kabut asap akibat kebakaran lahan itu terjadi pada pagi hari dan dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin menyatakan jika seluruh wilayah Kalimantan Selatan telah diselimuti kabut asap. "Cuaca dalam beberapa hari terakhir ini termasuk untuk Selasa besok, masih diwarnai kabut asap," terang Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Bayu Kencana Putra di Banjarbaru, Senin (9/9).

Baca Juga

Munculnya kabut asap akibat kebakaran lahan itu terjadi pada pagi hari dan dini hari. Seluruh wilayah alias 13 kabupaten dan kota di Kalsel tak luput dari serangan udara tak sehat tersebut. "Setelah pagi berasap, memasuki siang cerah dan asap menghilang. Kemudian malam hari cerah berawan namun ada sebagian wilayah masih diselimuti asap tipis. Memasuki dini hari baru asap kembali menebal," jelas Bayu.

Bayu mengatakan, untuk wilayah Kalsel akhir-akhir ini memang terpantau banyak titik panas dari pantauan satelit BMKG. Hal ini menyebabkan cuaca berasap pada malam hingga pagi hari. Ditambah lagi tidak turunnya hujan, menyebabkan semakin hari titik panas yang terpantau cukup banyak.

"Sering terjadinya kebakaran lahan ini karena kondisi suhu udara yang tinggi dan kelembaban rendah serta angin kencang yang sering terjadi belakangan ini. Sehingga jika ada wilayah yang terbakar sedikit, maka akan lebih mudah merambat ke wilayah sekitarnya," paparnya.

Untuk itu, BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi terkait dengan selalu memberikan informasi titik panas maupun cuaca setiap harinya. Pada Senin sore, BMKG juga mencatat ada 133 hotspot atau titik panas yang tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kalsel kecuali Banjarmasin. Meski di ibu kota provinsi Kalimantan Selatan itu tak ada lahan yang terbakar, namun "Kota Seribu Sungai" tak luput dari serangan asap kiriman dari wilayah lain.

Sementara dari pantauan sepanjang Senin siang hingga sore hari, helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan water bombing untuk memadamkan api di lahan gambut kawasan Jalan Lingkar Utara Tegal Arum dan Guntung Damar, Banjarbaru. Diketahui kawasan tersebut terhampar cukup luas lahan kosong yang setiap tahun selalu terbakar. Bahkan, Badan Restorasi Gambut telah membuat sejumlah sumur bor sebagai sumber air. Namun faktanya tidak berfungsi maksimal seperti yang diharapkan.

Ironisnya, daerah ini menjadi penting dan strategis lantaran letaknya tak jauh dari Bandara Syamsudin Noor. Sehingga kabut asap yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan dikhawatirkan dapat mengganggu penerbangan. Untuk itulah, satgas gabungan karhutla baik itu satgas darat yang dikomando Polres Banjarbaru dan Kodim 1006/Martapura maupun satgas udara yang berkekuatan empat unit helikopter BNPB terus berupaya menanggulangi setiap api yang muncul agar tak membesar.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA