Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Kecamatan Rongkop Masih Sulit Dapat Air Bersih

Kamis 29 Aug 2019 18:19 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

 Pendistribusian air bersih ke Desa Melikan, Kecamatan Rongkop,  Kabupaten Gunungkidul, DIY, Rabu (28/8).

Pendistribusian air bersih ke Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Rabu (28/8).

Foto: act
ACT terus mendirstibusikan air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Kecamatan Rongkop termasuk paling timur di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ternyata masyarakatnya masih sulit dapatkan air bersih.

Jika pernah melintasi Rongkop, apalagi selama musim kemarau, tentu akan disuguhi pemandangan perbukitan dan bebatuan. Bahkan, memenuhi area persawahan dan pepohonan jati yang mengering daunnnya.

Kondisi geografis itu mungkin menjadi salah satu alasan kepadatan penduduk di Kecamatan Rongkop relatif kecil. Cuma sekitar 29.898 pada 2018 dengan luas wilayah 83,46 kilometer persegi.

Saat kemarau, masyarakat Rongkop yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani terpaksa harus menganggur. Sebab, ladang-ladang pertanian yang mereka miliki tidak lagi dialiri air.

Saat musim hujan sekalipun, mereka kerap cuma bisa panen satu kali. Seorang warga Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Esdianto menuturkan, kondisi itu memaksa mereka bertahan dengan tanaman yang ada.

"Kalau sudah seperti ini tinggal singkong sama pohon jati yang bertahan, sebagian warga juga sudah merantau ke Kota Yogyakarta atau ke Solo jadi buruh bangunan," kata Esdianto, Rabu (28/8).

Ia menerangkan, tahun ini, sejak Maret, air sudah sulit didapatkan. Saat ini, setiap kepala keluarga sudah membuat penampungan air hujan yang dapat menampung ari sekitar 6.000 liter atau satu truk tangki.

Walaupun ada PAM milik kabupaten yang sumbernya ada di Wonosari, ia merasa selama ini penyebaran airnya belum merata. Berulang kali masyarakat membuat sumur bor atau sumur galian, semua gagal.

"Akhirnya tidak diteruskan, sebelumnya juga pernah diteliti di kedalaman 200 meterpun katanya juga tidak ada airnya," ujar Esdianto.

Dalam beberapa kasus, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memilih menjual hasil ternak mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Serta, digunakan untuk membeli air dari tangki-tangki swasta.

Sejauh ini, bantuan air bersih memang baru sedikit yang sudah sampai ke desa-desa di Kecamatan Rongkop. Salah satunya datang dari lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY.

Salah satu relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Naufal menuturkan, secara rutin ACT memang melaksanakan dropping air bersih ke terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul.

Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir saja, kurang lebih sebanyak 48 ribu liter air bersih didistribusikan untuk Kecamatan Rongkop. Salah satunya, untuk Desa Melikan.

"Kita mengisi penampungan air untuk masjid dan penampungan umum milik warga," ujar Naufal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA