Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Alun-Alun Cianjur Sempat Tergenang Lumpur

Rabu 28 Aug 2019 21:29 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Warga memadati kawasan Alun-Alun Cianjur di Kabupaten Cianjur (ilustrasi)

Warga memadati kawasan Alun-Alun Cianjur di Kabupaten Cianjur (ilustrasi)

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Sampah yang menumpuk di saluran air dan menyebabkan lumpur masuk ke Alun-Alun.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Kawasan Alun-Alun Cianjur sempat tertutup material lumpur akibat meluapnya air dari saluran air drainase, Selasa (27/8) malam. Kejadian tersebut terjadi karena adanya sampah yang menumpuk di saluran air dan menyebabkan lumpur masuk ke Alun-Alun.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, banjir terjadi lantaran sungai dengan lebar lebih kurang satu meter dan kedalaman 50 centimeter yang melintasi kawasan alun-alun meluap. Kejadian hal itu diakibatkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. "Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan luapan air mengenai alun-alun," ujar warga Cianjur, Rudi Suryadi (51).

Baca Juga

Pada saat itu genangan air cukup tinggi sekitar 40 centimeter. Menurut Rudi, debit air yang tinggi tersebut merupakan aliran dari wilayah Kecamatan Cugenang yang mengalami hujan. Sebab wilayah perkotaan tidak hujan pada Selasa malam.

Debit air yang tinggi tersumbat oleh material sampah yang tersangkut di drainase yang mengalir ke selokan di bawah kawasan alun-alun. Dampaknya air meluap dengan membawa material lumpur.

Menurut Rudi, warga sempat mengecek ke pintu masuk drainase yang di bawah alun-alun. Setelah dilakukan pengecekan memang terdapat sampah. "Air mulai surut pada pukul 23.00 WIB," imbuh Rudi.

Hal ini setelah pemerintah RT dan RW di Kampung Gedong Asem Kecamatan Cianjur yang menjadi lokasi alun-alun berkoordinasi agar pintu air di sungai ditutup untuk ke drainase di kawasan tersebut. Ketika air surut, Rudi mengatakan, menyisakan lumpur di berbagai titik. Misalnya material lumpur di pintu masuk dekat wilayah Kaum Mesjid Agung dan sebagian rumput sintetis. Selain itu lapangan sekolah Gedong Asem juga tertutup lumpur setinggi beberapa centimeter.

Warga kata Rudi mendesak Pemkab Cianjur segera memperbaiki drainase dan mencegah adanya penyumbatan akibat tumpukan sampah. Sebabnya, warga khawatir, banjir akan kembali terjadi apalagi jika memasuki musim hujan.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, luapan air dari jaringan drainase diduga diakibatkan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan dan menyumbat aliran air. Oleh karena itu pihaknya mengharapkan warga untuk tidak buang sampah sembarangan. "Warga jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Sebab bisa menyumbat dan mengakibatkan banjir. Kalau urusan drainase, nanti dinas teknis akan memeriksanya," kata dia.

Pemkab Cianjur kata Herman, melalui petugas dari Dinas Lingkungan Hidup membersihkan material lumpur di pintu masuk dan kawasan inti dari Alun-alun C Rabu (28/8) pagi. Supaya pada siang harinya landmark Cianjur bisa kembali dikunjungi oleh warga.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA