Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Kapolri: Pengiriman Pasukan ke Nduga karena Ada Pembantaian

Rabu 28 Agu 2019 11:02 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) berjalan memasuki Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) berjalan memasuki Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019).

Foto: Antara/Didik Suhartono
Ada yang mengusulkan agar pemerintah tarik pasukan di Nduga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui, pengiriman pasukan ke Nduga, papua , karena adanya aksi pembantaian karyawan PT Istaka. Aparat perlu menjaga stabiltas keamanan di wilayah tersebut. 

Baca Juga

“Faktor itulah yang menyebabkan pasukan dikirim ke Nduga,” kata Jenderal Pol Tito Karnavian seusai pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat di Jayapura, Selasa malam.

Ia mengatakan, sebelum terjadi pembantaian karyawan PT Istaka ada beberapa kejadian yang dilakukan kelompok Egianus Kogoya, tapi pihaknya tidak mengirim pasukan. Namun, kali ini, terjadi pembantaian, sehingga pengiriman pasukan dilakukan untuk mengamankan wilayah tersebut.

Selain untuk mengamankan, pasukan yang ada juga untuk penegakan hukum terhadap kelompok tersebut. 

Tito Karnavian mengakui dalam pertemuan dengan tokoh Papua juga ada yang menyampaikan permintaan penarikan pasukan, tapi pihaknya menyatakan aparat masih dibutuhkan untuk mengamankan kawasan tersebut.

Bila ada tokoh yang kredibel yang bisa menjamin keamanan di wilayah itu khususnya tidak ada lagi gangguan dari kelompok Egianus Kogoya maka penarikan pasukan bisa dipertimbangkan.

“Namun, hingga kini tidak ada tokoh kredibel yang bisa menjamin keamanan di wilayah tersebut," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Dalam kunjungan kerjanya ke Papua, Kapolri dan Panglima TNI membawa tiga mantan petinggi, yaitu dua mantan kapolda yakni Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Irjen Pol Martuani Sormin serta Mayjen TNI George Supit, mantan pangdam XVII Cenderawasih.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA