Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Hujan Hapus Asap Karhutla di Riau

Selasa 27 Aug 2019 10:25 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Sudirman ketika kabut asap tipis dampak dari kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/8/2019).

Pengendara kendaraan bermotor melintas di Jalan Sudirman ketika kabut asap tipis dampak dari kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/8/2019).

Foto: Antara/Rony Muharrman
Warga bisa beraktivitas di luar tanpa masker.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Hujan telah menghapus polusi asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sebagian besar wilayah Provinsi Riau, Selasa (27/8) pagi.  Staf Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Ahmad Agus Widodo menyatakan ada hujan cukup lebat dan hampir merata di seluruh wilayah Riau.

"Asap agak menghilang tapi tetap terdeteksi hanya di Kota Rengat,” kata dia.

Ia menambahkan asap hanya terdeteksi di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan mempengaruhi jarak pandang sehingga turun tinggal lima kilometer. Sedangkan di Kota Pekanbaru udara relatif bersih dari asap atau jerebu Karhutla.

Jarak pandang pada sekitar pukul 09.00 WIB mencapai 10 kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Kota Dumai, dengan jarak pandang di masing-masing daerah itu mencapai delapan kilometer.

“Kualitas udara di Pekanbaru juga bagus pada hari ini, ditandai dengan PM10 atau partikel asap bagus,” ujarnya.

Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, pantauan satelit pada pukul 05.00 WIB menunjukan ada sembilan titik panas di Riau. Lokasi terbanyak di Kabupaten Bengkalis ada empat titik panas, Indragiri Hilir 2 titik, dan Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu dan Kepualauan Meranti masing-masing satu titik.

Dari jumlah tersebut ada dua titik yang terindikasi titik api karhutla, yang masing-masing satu titik di Bengkalis dan Indragiri Hilir.

Sementara itu, sejumlah warga Kota Pekanbaru mulai bebas beraktivitas di luar rumah tanpa masker medis. Mereka menikmati udara pagi yang segar setelah sebelumnya selama sekitar seminggu terakhir dipenuhi asap Karhutla.

“Hari ini saya sudah bisa mengajak cucu saya main di taman pagi ini. Pintu dan jendela rumah juga sudah dibuka dari pagi supaya udara segar masuk,” kata seorang warga Pekanbaru, Sri Ambarwati (68).

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA