Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

Selasa, 19 Zulhijjah 1440 / 20 Agustus 2019

BPS: Kunjungan Wisman ke Bali Turun 7,83 Persen

Jumat 14 Jun 2019 22:45 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wisatawan asing berfoto dengan warga setempat di kawasan objek wisata pemandangan pedesaan dengan sawah berundak (terasering) di Ceking, Tegalalang, Gianyar, Bali. Jaga kesehatan selama liburan sangat penting.

Wisatawan asing berfoto dengan warga setempat di kawasan objek wisata pemandangan pedesaan dengan sawah berundak (terasering) di Ceking, Tegalalang, Gianyar, Bali. Jaga kesehatan selama liburan sangat penting.

Foto: Antara
Kunjungan wisatawan asing ke Bali bulan April turun 7,83 persen

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- BPS Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing ke beberapa destinasi pariwisata di Bali mengalami penurunan hingga 7,83 persen untuk bulan April 2019 jika dibandingkan dengan bulan sama tahun lalu.

"Tapi sayangnya tingkat wisatawan mancanegara pada bulan April dalam tahun ini lebih rendah dari April tahun lalu, padahal dalam tiga tahun terakhir sampai 2018, itu mulai dari 2016, 2017 2018, pasti ada rekor baru berupa peningkatan, nah kalau April 2019 ini tidak ada, " kata Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Jumat (14/6).

Ia juga mengatakan untuk kunjungan wisatawan mancanegara, biasanya di tahun lalu berlangsung sampai dengan bulan April, mulai meningkat dilihat dari siklus tahunan, dengan puncak kenaikannya ada di Bulan Juli.

Biasanya, untuk suasana pariwisata di Bali sampai dengan bulan September dan Oktober masih baik, setelah itu akan melewati "low session" di Bulan November, Desember, Januari hingga Februari. Namun, semestinya di tahun 2019 melewati bulan April sudah terlihat meningkat tetapi ternyata menurun.

Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2019, didominasi oleh wisman asal Cina sekitar 23,17 persen, lalu Australia 18,34 persen dan India 6,02 persen. Selanjutnya, Jepang 4,33 persen, Amerika Serikat 4,27 persen, Inggris 4,24 persen, Rusia 3,00 persen, Malaysia 2,97 persen, Korea Selatan 2,93 persen dan Jerman 2,60 persen.

Namun, perhitungan dari bulan April 2018 ke April 2019 untuk kunjungan tertinggi dari Tiongkok, sekitar 121,840 ribu menurun menjadi 94,202, diikuti dengan Australia, dari 91,007 ribu menjadi 90,265 ribu kunjungan dan India dari 31,158 ribu turun menjadi 25,438 ribu kunjungan.

"Perlu untuk mengingatkan pada pelaku pengawal pariwisata di Bali, sepertinya Bali sedang mengalami situasi yang berbeda dari situasi yang tahun lalu, kalau boleh saya menganjurkan perlu segera melakukan kajian, tentang apa yang membuat kunjungan di tahun ini menjadi menurun, apakah mungkin suplai pariwisata sedang menurun, atau ada pengalihan wisatawan yang sekarang lebih tertarik ke wilayah lain," Jelas Adi Nugroho.

Ia juga menjelaskan, meskipun penurunan terjadi tidak secara signifikan, tetapi 50% Ekonomi Bali disumbangkan dari adanya aktivitas Pariwisata di Bali ini, baik berupa kunjungan wisatawan asing atau juga destinasi - destinasi yang lebih sering menjadi pilihan para wisatawan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA