Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Pedagang Pasar Jangan Manfaatkan Lebaran untuk Naikkan Harga

Sabtu 25 Mei 2019 07:24 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Christiyaningsih

Pedagang menyortir telur ayam di pasar (ilustrasi).

Pedagang menyortir telur ayam di pasar (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Wagub Sumbar minta para pedagang pasar tak manfaatkan Lebaran untuk naikkan harga

REPUBLIKA.CO.ID, UJUNG GADING -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengimbau semua pedagang di pasar agar tidak memanfaatkan momen Ramadhan dan Lebaran Lebaran untuk menaikkan harga sembilan bahan pokok (Sembako). Menurut Nasrul tindakan tersebut akan menaikkan angka inflasi di Sumbar.

"Seluruh pedagang di pasar jangan main menaikkan harga karena sedang Ramadhan dan Lebaran. Kita semua harus menjaga kestabilan harga," kata Nasrul saat melakukan safari Ramadhan di Masjid Raya Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (24/5).

Nasrul menyebut pemerintah selalu melihat tren kenaikan harga sembako setiap Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri. Selain dapat mengerek inflasi, kenaikan harga sembako di pasar juga menyusahkan masyarakat terutama kalangan masyarakat miskin.

Pemerintah provinsi, kata Nasrul, terus memantau perkembangan harga pasar agar tetap stabil. Ia ingin pada Ramadhan dan Lebaran tahun ini tidak ada kenaikan harga barang terutama sembako.

Wagub juga mengimbau masyarakat agar berhemat dalam membelanjakan uang selama Ramadhan dan Lebaran. Menurut dia Ramadhan dan Lebaran tidak harus disambut dengan menyediakan makanan yang kelewat meriah.

Menurut Nasrul masa sebelum hingga pertengahan Ramadhan terjadi kenaikan harga bawang putih dan jengkol. Dua komoditas ini berpotensi mendorong kenaikan inflasi di Sumbar.

Baca Juga

Untuk mengatasinya pemprov bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan operasi pasar untuk memasok bawang putih demi menstabilkan harga di pasar. Harga bawang putih yang sempat mencapai Rp 80 ribu per kilogram sekarang sudah turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

"Orang Sumbar biasanya suka masak jengkol. Kurang-kurangi lah. Selain untuk menjaga inflasi, juga untuk mencegah bau yang menganggu ketenangan beribadah di masjid," ujar Nasrul.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA