Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Gubernur Sumut Minta PLN Hindari Pemadaman

Senin 13 May 2019 21:28 WIB

Red: Israr Itah

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi.

Foto: dok. Pelindo 1
Edy mengatakan, pemadaman listrik mengganggu kenyamanan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi meminta manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersiaga 24 jam agar tidak terjadi lagi pemadaman listrik khususnya pada bulan Ramadhan. Edy mengatakan, pemadaman listrik mengganggu kenyamanan masyarakat khususnya yang sedang melaksanakan ibadah puasa. 

"Mohon dapat perhatian," ujarnya di Medan, Senin (13/5).

Dia mengatakan itu pada pertemuan dengan manajemen PT PLN dan PT Pertamina Gas membahas soal pemadaman listrik yang terjadi beberapa kali di Medan selama Ramadhan. Gubernur menyebutkan, di Ramadhan, warga muslim ingin bisa beribadah lebih bagus sehingga ketika terjadi pemadaman listrik masyarakat marah.

"Masalah pemadaman listrik sudah ada sejak saya kecil, dan sekarang sudah jadi Gubernur Sumut masih juga terjadi lagi sehingga harus benar-benar dapat perhatian serius," ujarnya

Senior Manajer Distribusi PT PLN Wilayah Sumut, Taufik Hidayat menjelaskan, pemadaman listrik pertama akibat Current Transfermer (CT) di beberapa pembangkit listrik Sumut mengalami kerusakan. Sedangkan yang kedua dampak penurunan drastis pasokan gas untuk PLN yang membuat beberapa pembangkit listrik tidak berfungsi.

Penurunan tekanan gas untuk PT PLN pada kasus itu, katanya, bukan bersumber dari PT Pertamina Gas. Dia menyebutkan, selama Ramadhan, ada peningkatan signifikan konsumsi listrik di Sumut sehingga terjadi beberapa masalah termasuk turunnya flowrate gas untuk PLN.

"PLN terus berupaya agar tidak terjadi pemadaman. PLN membuka aliran gas dari Arun untuk menambahkan tekanan ke PLN," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA