Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Talud Longsor, Bangunan di Pinggiran Rel Kereta Rusak

Ahad 12 May 2019 21:56 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Jalanan yang rusak tertimpa longsor (ilustrasi)

Jalanan yang rusak tertimpa longsor (ilustrasi)

Foto: Dok Banser Tasikmalaya
Sejumlah bangunan di pinggri rel di Sukabumi rusak karena talud yang longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bencana longsor menerjang kawasan di dekat bantaran rel kereta api di Jalan Pasundan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Waruodyong, Kota Sukabumi, Ahad (12/5). Akibatnya, sebuah bangunan kios milik warga mengalami kerusakan.

Baca Juga

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, bencana tersebut terjadi sekitar pukul 17.10 WIB. "Telah terjadi longsor talud sehingga mengakibatkan kios yang digunakan salah seorng warga menjadi rusak,"ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami.

Lokasi longsor berada dekat denngan bantaran rel kereta api di RT 04 RW 07 Kelurahan Nyomplong. Akibat kerusakan tersebut, pemilik kios mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 5 juta. Luas bangunan yang terdampak longsor mencapai 7x3 meter.

Longsor itu ungkap Zulkarnain terjadi pada saat hujan deras yang mengguyur Sukabumi pada Ahad sore. Selain itu dipicu oleh saluran pembuangan air yang tidak normal.

Pada saat bersamaan lanjut Zulkarnain, terjadi banjir genangan di Jalan RE Martadinata. Namun banjir genangan ini kembali surut setelah hujan berhenti.

Zulkarnain menuturkan, masih tingginya intensitas hujan di pertengahan Mei 2019 ini harus diantisipasi oleh warga. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana baik longsor dan banjir.

Lebih lanjut Zulkarnain menerangkan, apabila terjadi bencana banjir dan tanah longsor, agar segera dilaporkan kepada aparat terdekat atau langsung ke BPBD Kota Sukabumi. Upaya ini agar laporan bisa ditindaklanjuti untuk secepatnya dan ditanggulangi secara terpadu.

Zulkarnain mengatakan, warga juga diminta menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan potensi gerakan tanah, seperti penebangan pohon dan yang lainnya. Terlebih ada enam kecamatan di Kota Sukabumi yang masuk kategori rawan bencana pergerakan tanah, yakni Kecamatan Cibeureum, Cikole, Citamiang, Warudoyong, Lembursitu dan Gunungpuyuh. Selain itu juga ada tiga kecamatan yang masuk kategori potensi bencana banjir, yakni Kecamatan Cibeureum, Warudoyong dan Gunungpuyuh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA