Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Menpar Ingin Jadikan Jakabaring Destinasi Wisata Olahraga

Kamis 07 Feb 2019 09:09 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi pembicara pada diskusi publik bertema peningkatan produktivitas masyarakat berbasis pariwisata lokal di Auditoroum Graha Universitas Sriwijaya Palembang,Sumsel, Rabu (6/2/2019).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi pembicara pada diskusi publik bertema peningkatan produktivitas masyarakat berbasis pariwisata lokal di Auditoroum Graha Universitas Sriwijaya Palembang,Sumsel, Rabu (6/2/2019).

Foto: Antara/Feny Selly
Kawasan Jakabaring memiliki sarana yang lengkap untuk dikembangkan sebagai wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata Arief Yahya ingin menjadikan kawasan Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai destinasi wisata olahraga unggulan. Sebab, Kawasan Jakabaring memiliki sarana yang lengkap.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kelengkapan sarana membuat Jakabaring bisa dijadikan bukan sekadar tempat olahraga namun sekaligus tempat wisata olahraga unggulan di Sumatera Selatan (Sumsel). "Kawasan olahraga Jakabaring Palembang ini satu-satunya tempat olahraga yang terintegrasi sehingga layak menjadi destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia," ujar menpar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/2).

Ia meninjau Jakabaring Sport City (JSC) di Palembang, Rabu (6/2), didampingi Direktur Utama JSC Meina Fatriani Paloh. Sebagai langkah awal untuk menjadikan Kawasan Jakabaring sebagai destinasi wisata olahraga unggulan, Arief Yahya meminta Provinsi Sumsel rutin menggelar event pertandingan olahraga.

"Sport Tourism event tidak bisa berdiri sendiri. Pendapatan event olahraga terdiri dari beberapa hal seperti 60 persen dari TV broadcasting, 30 persen souvenir atau merchandising, hanya 10 persen pendapatan dari tiket," kata Menpar Arief.

Menpar Arief Yahya juga meminta pengelola JSC segera melakukan kajian tolak ukur dari negara tetangga yang sama-sama memiliki kawasan olahraga terintegrasi (sport city multi venues-multi events). Kota yang telah mengembangkannya, yakni Melbourne di Australia.

photo

Arena dayung di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang. (Republika/Wihdan)

Melbourne memiliki kawasan venue olahraga di tepi Sungai Yara sebagai tempat berkumpulnya semua lapangan olahraga serta pusat pelatihan atlet terpadu. "Bagaimana dengan revenue stream atau aliran pendapatan yang masuk? Australia mendapatkan paling banyak dari event olahraga. Jadi saya pikir itu cocok untuk belajar mengelola kawasan sport tourism kepada Australia," kata Arief Yahya. 

Arief juga menyebut, kegiatan olahraga berskala internasional ternyata mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Ia sekaligus meminta masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan olahraga internasional yang dilaksanakan di Sumsel sebagai ajang untuk mempromosikan produk unggulan daerah. 

"Dampak tidak langsung dari event berskala internasional itu besar. Oleh karenannya masyarakat harus pandai melihat momentum untuk mempromosikan produk unggulan daerah sehingga jaringan pasarnya bisa meluas dan dikenal hingga ke luar negeri," ujarnya.

Direktur Utama JSC Meina Fatriani Paloh pada kesempatan yang sama berharap dukungan kebijakan serta sumber daya manusia (SDM). Termasuk, prosedur teknis pembentukan Jakabaring area sebagai Kawasan Pariwisata dengan konsep Sport City & MICE Integrated Resort Area. 

"Kami ingin membuat JSC sebagai kawasan pariwisata berkonsep Sport City dan MICE. Kami membutuhkan dukungan kebijakan, prosedur teknis, dan SDM yang memadai," jelasnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES