Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

TKN dan BPN Paparkan Program Capres di Fisipol UGM

Rabu 30 Jan 2019 22:15 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Bayu Hermawan

Talkshow Bedah Program Capres/Cawapres di Fisipol Universitas  Gadjah Mada, Rabu (30/1).

Talkshow Bedah Program Capres/Cawapres di Fisipol Universitas Gadjah Mada, Rabu (30/1).

Foto: dok. UGM
Fisipol UGM menggelar bedah program capres-cawapres.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Bedah Program Capres/Cawapres. Kegiatan diselenggarakan dengan menggandeng Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) DIY.

Bincang-bincang menghadirkan dua narasumber dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan dua narasumber dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto mengatakan, kegiatan ini berangkat dari kegelisahan membangun demokrasi Indonesia lebih baik dan berkualitas. Ini jadi wadah memberikan sivitas akademika mengetahui visi dan misi para calon.

Sekaligus, lanjut Erwan, sebagai kesempatan memberikan masukan kepada program kedua pasangan calon. Kegiatan menjadi wujud komitmen Fisipol UGM menyukseskan Pemilu 2019 dan mendorong proses politik yang demokratis.

"Kita tidak ingin demokrasi hanya menghasilkan noise atau kebisingan, tapi terkonversi menjadi voice, aspirasi yang bisa mengarahkan Indonesia ke depan menjadi lebih baik," kata Erwan, Rabu (30/1).

Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi diusung jadi tema pembahasan. Pada kesempatan itu, TKN Jokowi-Ma'ruf diwakili Arsul Sani dan Trimedya Panjaitan, sedangkan BPN Prabowo-Sandi diwakili Bambang Widjojanto dan Surya Imam.

Dalam paparannya, Arsun Sani menyebutkan hal-hal yang sudah dikerjakan pemerintahan Joko Widodo empat tahun terakhir. Karenanya, akan dilanjutkan jika Joko Widodo terpilih kembali. "Karena Jokowi pejawat, kuncinya telah dan akan, apa yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan ke depan," ujar Arsul.

Setelah itu, Bambang Widjoyanto melontarkan beberapa kritikan terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Salah satunya, terkait penahanan terduga terorisme yang mencapai 21 hari.

Bambang turut menggunakan waktu yang diberikan untuk memaparkan visi misi dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Kemudian, diperdalam saat sesi tanya jawab dengan menerima pertanyaan dari panelis-panelis.

Rencananya, kegiatan ini akan rutin diselenggarakan Fisipol UGM jelang Pemilu mendatang. Setelah ini, bincang-bincang berikutnya akan digelar 20 Februari 2019 dengan mengangkat tema Ketahanan Pangan dan Energi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA