Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Rencana Pembangunan Pendidikan Kota Surabaya di 2019

Rabu 30 Jan 2019 18:47 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Sekolah matematika yang diresmikan di Surabaya.

Sekolah matematika yang diresmikan di Surabaya.

Foto: Republika/Binti
Pemkot akan menyediakan Biaya Operasional Pendidikan Daerah bagi sekolah negeri

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Ery Cahyadi mengungkapkan rencana pembangunan yang akan dijalankan Pemkot Surabaya di bidang pendidikan pada 2019. Menurutnya, Pemkot Surabaya akan menyediakan Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) bagi sekolah negeri.

Sedangkan bagi sekolah swasta, Pemkot Surabaya akan memberikan insentif sebesar Rp 1 juta kepada setiap guru tiap bulan yang telah memenuhi syarat. “Kami juga menyediakan biaya personal berupa seragam sekolah, seragam olahraga, seragam pramuka, dasi, topi, tas sekolah, sepatu dan alat tulis bagi siswa baru yang kurang mampu dan diterima melalui jalur mitra warga,” kata Ery di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (30/1).

Selain itu, kata dia, Pemkot Surabaya juga menyediakan sarana pembelajaran dan ekstrakulikuler seperti mebelair, komputer, LCD, proyektor sekaligus screennya. Sedangkan untuk sarana peralatan ekstrakulikuler, sekolah di Surabaya akan disediakan beberapa alternative, diantaranya peralatan olahraga (futsal, baskes, badminton, tenis meja dan volly), peralatan kesenian (marching band, music band, gamelan), peralatan menjahit  dan peralatan memasak.

“Kami juga akan menyediakan petugas kebersihan kamar mandi sekolah, sehingga kamar mandi akan selalu terjaga kebersihannya. Harapannya, di tahun 2019 nanti tidak ada lagi kamar mandi sekolah yang kotor,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pembangunan atau rehabilitasi serta pemeliharaan terhadap gedung-gedung SD dan SMP. Ery menjelaskan, pekerjaan pembangunan atau rehabilitasi itu meliputi pembangunan ruang kelas baru, pembangunan fasilitas pendukung, dan rehabilitasi kerusakan sedang atau berat. Sedangkan pekerjaan pemeliharaan itu meliputi pengecetan, perbaikan kamar mandi, dan perbaikan plafon.

“Yang akan kami lakukan pembangunan atau rehabilitasi sebanyak 50 gedung SD dan 13 gedung SMP, dan yang akan direhabilitasi karena kerusakan ringan sekitar 100 gedung. Sedangkan yang akan mendapatkan pemeliharaan sebanyak 200 gedung,” kata Ery.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES