Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Gunung Ibu Meletus, Status Tetap Waspada

Sabtu 12 Jan 2019 18:06 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Dwi Murdaningsih

Gunung meletus/Ilustrasi

Gunung meletus/Ilustrasi

Foto: Republika
Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 2 km.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gunung Ibu yang berada di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus pada Sabtu (12/1) pukul 17.12 WIT. Kendati demikian statusnya tetap level II atau waspada.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan Pos Pengamatan Gunung Ibu PVMBG, tinggi letusan 800 meter dari puncak kawah. Kolom abu vulkanik condong ke arah selatan.

"Status (Gunung Ibu) tetap waspada (level 2)," katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (12/1).

Ia menambahkan, rekomendasi masyarakat dan pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu. Jadi, ia menambahkan, masyarakat belum perlu mengungsi karena berada di luar zona berbahaya. Ia mengklaim masyarakat telah memahami letusan ini dan tidak panik. Sebab hampir setiap hari terjadi letusan Gunung Ibu.

Sejak 3 bulan terakhir Gunung Ibu hampir setiap hari meletus. Bahkan BNPB mencatat pada 10 Januari 201, Gunung Ibu meletus 80 kali kejadian, guguran 18 kali kejadian dan hembusan 64 kali kejadian.

"Namanya gunungapi aktif meski status Waspada dapat meletus setiap saat. Yang penting masyarakat berada di zona aman," katanya.

Ia menambahkan, kondisi erupsi di Gunung Ibu berbeda dengan Gunung Anak Krakatau. Ia menyebutkan Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan adanya penurunan jumlah letusan per harinya. Pada Sabtu pukul 06.00 - 12.00 WIB, terjadi empat kali letusan.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 meter dari puncak kawah," ujarnya.

Hingga kini, ia menyebut PVMBG terus memantau aktivitas gunung api. Masyarakat hendaknya selalu mentaati rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) karena PVMBG adalah lembaga resmi yang berwenang memantau dan memberikan peringatan dini terkait aktivitas gunung api di Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA