Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Pariwisata di Pesisir Lampung Sepi Pengunjung

Sabtu 12 Jan 2019 20:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Jejak Krakatau: Barisan Perahu dari Pantai Sari Ringgung, Lampung.

Jejak Krakatau: Barisan Perahu dari Pantai Sari Ringgung, Lampung.

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Wisata Lampung belum pulih pascaterjangan tsunami Selat Sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Sejumlah kawasan pariwisata pantai di pesisir Provinsi Lampung masih sepi pengunjung pascatsunami Selat Sunda yang menerpa Kabupaten Lampung Selatan Desember lalu. Menurut pengawas wisata Pantai Mutun, Aan, kondisi pengunjung dari kejadian tsunami hingga saat ini masih belum kembali seperti biasa.

"Pengunjung yang datang ke sini jauh dari kata normal," katanya, saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu (12/1).

Menurutnya, meski keadaan sudah bisa dikatakan aman, tapi belum ada tanda-tanda peningkatan pengunjung. Hanya ada satu hingga 10 pengunjung hingga sore yang berlibur. Keadaan ini tidak seperti sebelum tsunami dimana ratusan mobil datang untuk menikmati wisata Pantai Mutun.

Aan mengatakan, untuk saat ini sedang melakukan berbagai renovasi sarana dan prasarana di kawasan pantai tersebut agar para wisatawan lokal dan luar dapat merasa nyaman saat berlibur. Kondisi serupa juga dialami kawasan wisata Pantai Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawarn, Lampung.

Toni, salah satu warga Ketapang, Lampung Selatan yang menyediakan jasa penyeberangan dan snorkeling mengatakan omzetnya menurun drastis pascatsunami menerpa Lampung. Dia mengatakan dampak dari tsunami dan kabar akan terjadi tsunami susulan tersebut sangat terasa sekali sehingga wisatawan lokal dan luar hampir tidak ada yang kemari. Padahal setiap hari biasanya para penyedia jasa selalu sibuk mengantar pengunjung untuk menyeberang ke Pahawang atau pun menemani keindahan bawah laut Pahawang.

Toni berharap apabila memang situasi sudah aman, pemerintah dapat memberikan imbauan kepada masyarakat agar masyarakat dapat tenang dan tidak merasa takut lagi untuk berlibur ke pantai. "Kasihanilah kami warga pesisir ini yang memang hidup dari usaha penyeberangan, sudah dua minggu lebih tidak jalan karena isu akan terjadi tsunami lagi," katanya

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA