Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Pemkab Masih Petakan Lahan untuk Relokasi Korban Longsor

Jumat 11 Jan 2019 23:43 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Enam orang anak tertimbun di lokasi longsor di proyek pembangunan jalur kereta ganda Sukabumi-Bogor di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi Kamis (10/1) sore. Dampaknya satu meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.n dokumentasi Kodim 0607 Kota Sukabumi

Enam orang anak tertimbun di lokasi longsor di proyek pembangunan jalur kereta ganda Sukabumi-Bogor di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi Kamis (10/1) sore. Dampaknya satu meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.n dokumentasi Kodim 0607 Kota Sukabumi

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Syarat utama lahan itu menurut Pemkab terbebas dari zona merah bencana

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih melakukan pemetaan wilayah yang akan dijadikan lokasi relokasi korban longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. 

"Kami akan menyediakan lahan untuk relokasi," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri kepada wartawan disela-sela mendampingi kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo ke lokasi longsor Cisolok, Jumat (11/1) sore. Di mana bantuan untuk pembangunannya nanti berasal dari BNPB dan Kementrian Sosial.

Saat ini ungkap Iyos, pemkab masih berupaya memetakan lahan untuk relokasi tersebut. Syarat utamanya lahan itu harus clear and clean atau terbebas dari zona merah bencana.

Di sisi lain lanjut Iyos, pemkab mengingatkan agar masyarakat terus waspada terhadap kondisi cuaca yang berpotensi terhadap berbagai bencana. Terlebih di kawasan yang termasuk daerah rawan bencana.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo dalam kunjungannya ke Sukabumi mengingatkan agar masyarakat tidak menanam sayuran di daerah yang miring. "Masyarakat harus diberikan pengetahuan mengenai tanaman yang beresiko menimbulkan bencana" imbuh dia.

BNPB kata Doni, mencoba untuk melibatkan semua komponen masyarakat, para pakar dan tokoh-tokoh agama untuk bisa memberikan sebuah pemahaman kepada masyarakat agar jangan menanam tanaman yang mengundang resiko bencana longsor. Ia berharap agar masyarakat selalu peduli terhadap lingkungan di sekitarnya contohnya dengan tidak menebang pohon sembarangan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA