Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

PHRI NTB Dorong Maskapai Turunkan Harga Tiket

Jumat 11 Jan 2019 15:20 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil

Cermat mencari tiket pesawat bisa membuat Anda mendapatkan harga terbaik bagi anggaran liburan.

Cermat mencari tiket pesawat bisa membuat Anda mendapatkan harga terbaik bagi anggaran liburan.

Foto: pexels
Ajang LSGS 2019 sangat tepat jika digelar pada awal tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung ajang Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2019 yang akan digelar pada 27 Januari hingga 27 Februari mendatang. Dukungan ini berupa pemberian potongan harga hingga paket menarik yang ditawarkan hotel dan restoran di NTB kepada wisatawan.

Ketua PHRI NTB I Gusti Lanang Patra mengatakan, ajang LSGS 2019 sangat tepat jika digelar pada awal tahun yang merupakan low season atau sepinya kunjungan wisatawan.

"LSGS satu penawaran yang betul-betul menarik karena akan dikemas paket wisata yang betul-betul murah," ujar Lanang di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Jumat (11/1).

Dalam dunia pariwisata, Lanang menyebutkan beberapa siklus yang terjadi setiap tahunnya. Biasanya, dia katakan, masa puncak kunjungan wisatawan atau peak season baru akan terjadi setelah Juli hingga akhir tahun. Hal ini juga menyasar pada segmen Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau MICE.

"MICE biasanya Januari dan Februari minim karena anggaran (pemerintahan)  belum bisa direalisasikan," kata Lanang.

Lanang berharap kehadiran LSGS dapat mendongkrak kunjungan wisatawan dan juga menaikan tingkat okupansi kamar hotel pada masa sepi pengunjung saat ini. Minimal, dia katakan, industri hotel dan restoran tetap mampu bertahan sembari mempersiapkan diri menghadapi masa puncak kunjungan wisatawan.

Namun begitu, Lanang meminta dukungan manajemen maskapai untuk mau berkontribusi dalam memberikan harga menarik bagi wisatawan ke Lombok. Dia menilai, strategi promosi yang sudah dirancang sedemikian rupa tidak akan efektif jika manajemen maskapai tidak tergerak untuk ikut serta dalam ajang tersebut.

"Ini maskapai juga harus ikut terlibat, jangan hotel sudah memberikan diskon, tapi tiket pesawat mahal, sama saja bohong," ucap Lanang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA