Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Tim SAR Gabungan Terus Evakuasi Korban Longsor Sukabumi

Jumat 04 Jan 2019 20:23 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sejumlah petugas SAR gabungan memeriksa alat pendeteksi getaran atau Elwasi (Eling Waspada Lan Siaga) di puncak area tanah longsor, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019).

Sejumlah petugas SAR gabungan memeriksa alat pendeteksi getaran atau Elwasi (Eling Waspada Lan Siaga) di puncak area tanah longsor, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
1.054 personel terlibat dalam penanganan darurat bencana longsor di Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban longsor di Kampung Adat Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hari ini, Jumat (4/12) pencarian korban memasuki hari kelima.

Setelah melalui rapat koordinasi antara BPBD Sukabumi bersama Basarnas, Korem 061 Suryakencana, Polri, serta tokoh masyarakat setempat, disepakati jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak longsor adalah 29 KK. "Jumlah jiwa yang terdampak 100 orang dengan jumlah rusak berat 29 unit," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan tertulis, Jumat (4/1). 

Hingga Jumat pagi, dari 100 orang terdampak longsor tersebut tercatat 64 orang selamat, 18 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat. Sutopo mengatakan, para korban dirawat di RS Pelabuhan Ratu, dan 15 orang masih dalam pencarian. 

"Pengungsi tinggal di rumah kerabat terdekatnya sehingga tidak memerlukan tenda pengungsi," kata Sutopo melanjutkan. 

Sebanyak 1.054 personel terlibat dalam penanganan darurat bencana longsor di Sukabumi. Personel ini berasal dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, kementerian ataupun daerah, LSM, serta masyarakat. Mereka bukan hanya tergabung dalam tim SAR gabungan, namun juga di dapur umum, pelayanan medis, penanganan logistik dan lainnya. 

"Kendala utama pencarian korban adalah faktor cuaca yaitu hujan. Jika kondisi cuaca cerah maka pencarian korban dapat dilakukan hingga malam hari. Sebaliknya jika hujan dapat menyebabkan evakuasi dihentikan lebih awal," kata dia lagi.

Sementara itu, longsor susulan masih sering terjadi meskipun dengan intensitas yang kecil. Kemarin malam, suara gemuruh kembali terdengar di lokasi longsor karena adanya batu besar yang berada di mahkota longsor jatuh ke bagian bawah. Kondisi ini cukup membahayakan bagi personil di lapangan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA