Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Mengenal Kasepuhan Adat Sinar Resmi Korban Longsor Sukabumi

Selasa 01 Jan 2019 18:34 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Nur Aini

Aktivitas di Kasepuhan Adat Sinar Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi seperti Serentaun

Aktivitas di Kasepuhan Adat Sinar Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi seperti Serentaun

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Sebanyak 30 unit rumah di Kasepuhan Adat Sinar Resmi diterjang longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Nama Kasepuhan Adat Sinar Resmi di Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi mengemuka dalam peristiwa bencana longsor pada Senin (31/12) sore. Kasepuhan adat yang masuk dalam kesatuan adat Banten Kidul dan berada di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak tersebut memegang teguh adat dan budaya sunda.

Selain itu, Kasepuhan Adat Sinar Resmi dikenal menjaga dan mempertahankan serta melestarikam varietas padi lokal. ''Keberadaan kasepuhan ini sudah ada sejak abad 16 yang awalnya hidup secara nomaden,'' ujar putra ketua adat Kasepuhan Adat Sinar Resmi Abah Asep Nugraha Vilka Mandala kepada Republika.co.id Selasa (1/1). 

photo

Aktivitas di Kasepuhan Adat Sinar Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi seperti Serentaun

Abah Asep Nugraha merupakan generasi ke 10 di Kasepuhan Adat Sinar Resmi. Kasepuhan di kampung adat ini terutama bergerak di bidang pertanian. Ada sebanyak 68 varietas padi lokal di kasepuhan dan sebanyak 15 di antaranya diakui pemerintah.

Ciri khas kasepuhan ini lebih menunjukkan penjagaan terhadap kebudayaan sunda. Misalnya adat istiadat serentaun yang sudah dilakukan sebanyak 440 kali.

Keunikan lainnya ciri rumah di Kasepuhan Adat Sinar Resmi berbeda dengan yang lain. Rumah tersebut masih berbentuk panggung dan menggunakan bilik serta atap rumbia dan dilapisi injuk.

Rumah tersebutlah yang pada Senin (31/12) sore diterjang bencana longsor. ''Mayoritas rumah di kampung yang terkena bencana itu bercorak kasepuhan adat atau sekitar 85 persen masih khas,'' kata Vilka. Rumah yang terkena bencana longsor mencapai sebanyak 30 unit.

photo

Proses pencarian korban bencana longsor di Kampung Cimapag, Sinaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/1).

Mayoritas warga di Kampung Cigarehong Desa Sirnaresmi yang terkena bencana merupakan bagian dari Kasepuhan Adat Sinar Resmi. Sementara, sebagian kecil lainnya masuk Kasepuhan Adat Ciptagelar dan Cipta Mulya. 

Vilka menerangkan, bencana longsor ini baru pertama kali terjadi di Sinar Resmi. Sebelumnya memang jarang terjadi bencana di kawasan tersebut.

'' Saat ini warga yang terdampak bencana direlokasi ke rumah saudara terdekat,'' kata Vilka.

Menurut Vilka, Kasepuhan Adat Sinar Resmi dipimpin oleh seorang kepala kasepuhan yang dikenal dengan abah. '' Apa yang dilakukan ketua adat akan diikuti oleh warganya,'' kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA