Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Capai 433 Orang

Ahad 30 Des 2018 21:21 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Sebuah jam yang menunjukkan waktu kejadian tsunami berada di tengah puing reruntuhan bangunan di Desa Kunjir Lampung Selatan, Lampung, Jumat (29/12/2018).

Sebuah jam yang menunjukkan waktu kejadian tsunami berada di tengah puing reruntuhan bangunan di Desa Kunjir Lampung Selatan, Lampung, Jumat (29/12/2018).

Foto: Antara/Ardiansyah
Jumlah korban tsunami diperkirakan masih akan bertambah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan SAR Nasional menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tsunami yang melanda perairan Selat Sunda, Ahad (30/12) kembali bertambah menjadi 433 dari sebelumnya 429 orang. Data diperoleh hingga pukul 17.00 WIB.

"Kami perkirakan jumlah korban tsunami terus bertambah, seiring proses pencarian" kata Humas Kantor SAR Jawa Barat, Joshua Banjarnahor pada Republika.co.id, hari ini.

Korban tsunami yang meninggal dunia itu tercatat 433 orang, luka-luka 1.041 orang, dan hilang 17 orang. Korban tsunami yang meninggal dunia dari warga Provinsi Banten sebanyak 317 orang dan Provinsi Lampung 116 orang.

Baca Juga: BMKG Pastikan Longsor Gunung Anak Krakatau Sebabkan Tsunami.

Mayoritas jumlah korban yang meninggal ialah penduduk Kabupaten Pandeglang. Tim SAR gabungan hingga kini memfokuskan evakuasi pencarian di sekitar pesisir Pandeglang. Sebab masih banyak korban tsunami yang belum ditemukan.

"Kami berharap seluruh warga yang hilang itu bisa ditemukan dalam kondisi meninggal maupun hidup," ujarnya yang turut serta membantu proses evakuasi korban.

Ia memastikan tim SAR gabungan memaksimalkan evakuasi dan pencarian jenazah. Sebab diperkirakan jumlah korban yang hilang masih banyak karena masyarakat tak sempat menyelamatkan diri.

"Kami bekerja keras dengan tim gabungan untuk melakukan evakuasi dan pencarian jenazah,termasuk di pulau kecil itu," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA