Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Pemprov Banten Dirikan Tujuh Dapur Umum untuk Korban Tsunami

Selasa 25 Dec 2018 20:08 WIB

Red: Andri Saubani

Suasana dampak kerusakan pasca bencana Tsunami di Kawasan Sumur, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12).

Suasana dampak kerusakan pasca bencana Tsunami di Kawasan Sumur, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12).

Foto: Republika/Prayogi
BPBD Banten mencatat sementara 302 meninggal dunia akibat tsunami Selat Sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Dinas Sosial Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendirikan dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang pesisir barat provinsi itu pada Sabtu (22/12) pukul 21.27 WIB. Ada tujuh dapur umum lapangan yang didirikan Pemprov Banten.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana di Serang, Selasa (25/12) mengatakan, lokasi dapur umum secara terperinci didirikan di Kecamatan Carita, lokasi di sekitar Hotel Wiracarita. Selanjutnya, di Kecamatan Labuan untuk pengungsi di SD Kalanganyar 1, SD Kalanganyar 2, GOR Labuan, dan Mesjid Tarogong, Kecamata Angsana untuk 20 Titik Pengungsian Kecamatan Panimbang, Sukaresmi, Sobang dan Tanjung Lesung.

Ada juga dapur umum di Kecamatan Jiput untuk pengungsi di wilayah Pulosari, Desa Kalanganyar. Selanjutnya, dapur Umum Mandiri Masyarakat, Kecamatan Sumur untuk 1.400 orang pengungsi, dan Tanjung Lesung untuk pengungsi di daerah Cikadu.

Pencarian dan evakuasi korban hingga saat ini terus dilakukan, mengingat masih banyak tempat-tempat yang masih belum berhasil ditembus dikarenakan terputusnya akses serta banyaknya puing-puing sisa bencana yang menghambat proses evakuasi. Selain itu lokasi bencana yang berada cukup jauh sehingga sulit untuk terjangkau.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Diskominfo Banten Amal Herawan Budhi mengatakan, hingga Selasa (25/12), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyatakan sebanyak 302 orang meninggal dunia dan 718 orang mengalami luka-luka. Sementara, 238 orang masih dinyatakan hilang dan 11.361 orang berada di pengungsian .

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA