Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah

Selasa 25 Dec 2018 16:00 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Muhammad Hafil

Logo BMKG

Logo BMKG

Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan akan adanya gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia. Ketinggian air gelombang diperkirakan 1,25 meter hingga 2,5 meter di beberqpa wilayah perairan bagian barat hingga Timur Indonesia.

Bahkan, untuk beberapa wilayah timur Indonesia, perlu diwaspadai peluang adanya tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter, yakni di perairan Manokwari; perairan utara Biak dan Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga  Papua.

Prakirawan BMKG, Fadhly Ilhami mengatakan, terdapat  pola tekanan rendah 1011 hPa di Samudra Hindia barat Lampung. Menurutnya, pola angin umumnya bergerak dari barat - utara pada wilayah Indonesia bagian utara dengan kecepatan angin berkisar antara 5 knot sampai 20 knot, sementara di bagian selatan Indonesia angin bergerak dari barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 knot sampai 25

knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan timur Lampung, Laut Jawa bagian barat, Laut Sulawesi, Perairan utara Halmahera hingga Papua. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut," kata Fadhly dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/12).

Adapun wilayah perairan yang berpotensi gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter adalah perairan Sabang- Banda Aceh; perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai; perairan Enggano sampai Bengkuku hingga Barat Lampung; Samudera Hindia Barat Sumatera ; Selat Sunda bagian selatan; perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba.

Kemudian Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan; Selat Sumba bagian barat; Perairan Pulau Sawu hingga Pulau Rote dan Kupang; Laut Timor Selatan NTT; Laut Sawu hingga Selat Ombai; Perairan Selatan Flores; Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT; Laut Natuna bagian utara; Perairan utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna; Laut Jawa bagian barat; Laut Flores; Perairan Kepulauan Baubau, Kepulauan Wakatobi; Laut Banda Bagian Utara; Perairan Selatan Ambon; Perairan Selatan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru.

Kemudian, Perairan Kepulauan Kei sampai Aru; Perairan Fakfak sampai Kaimana; Perairqn Amamapare sampai Agats; Laut Sulawesi; Perairan Utara Sulawesi; Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud; Perairan Bitung sampai Manado; Laut Maluku bagian utara; Perairan Halmahera; Perairan Raja Ampat dan Perairan Utara Jayapura hingga Sarmi.

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," tegas Kepala Sub Bidang Analisa dan Prediksi Meterologi Maritim, Zairo Hendrawan.

Ia mengingatkan, perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15

knot untuk waspadai tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kemudian, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot  waspadai gelombang di atas 1,5 meter.

Sementara Kapal Ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot waspadai tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo atau Kapal Pesiar dengan kcepatan angin lebih dari 27 knot waspadai tinggi

gelombang di atas 4 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisisr sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA