Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Konsumsi BBM di Bali Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Rabu 19 Des 2018 22:27 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Esthi Maharani

BBM

BBM

Foto: VOA
Khusus wilayah Bali, Pertamina memprediksikan kenaikan konsumsi hingga enam persen.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VI Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara memproyeksikan kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Khusus wilayah Bali, Pertamina memprediksikan kenaikan konsumsi hingga enam persen.

General Manager Pertamina MOR V, Ibnu Chouldum mengatakan konsumsi normal harian BBM jenis premiu,m, pertalite, pertamax, pertamax turbo, solar, dexlite, dan Pertamina dex di Bali berkisar 3.430 kilo liter (kl) per hari. Konsumsi premium diperkirakan meningkat dari 915 kl menjadi 1.000 kl per hari, pertalite naik dari 1.290 kl menjadi 1.365 kl per hari, dexlite naik dari 35 kl menjadi 36 kl per hari, sementara pertamina dex naik dari lima kl menjadi 5,5 kl per hari.

"Untuk pertamax dan pertamax turbo konsumsinya tetap, masing-masingnya 520 kl dan enam kl per hari. Solar diperkirakan menurun dari 660 kl menjadi 620 kl per hari," kata Ibnu kepada Republika, Rabu (19/12).

Akhir tahun ini Pertamina juga memperkirakan konsumsi LPG 3 kg di Bali meningkat 16 persen setara 17.900 metrik ton (MT) dari konsumsi normal bulanan 15.430 MT. Hal sama juga berlaku untuk LPG nonsubsidi yang meningkat tujuh persen, dari 1.455 MT menjadi 1.560 MT per bulan.

Guna mendukung kelancaran penyaluran selama momen hari raya tahun ini, Ibnu mengatakan Pertamina telah membentuk tim satuan tugas (satgas) yang siaga sejak 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019. Tim ini berperan memantau dan mengoordinasikan penyaluran BBM dan LPG.

"Koordinasinya mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya, hingga pemantauan kondisi lapangan agar kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi," ujar Ibnu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA