Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Wali Kota Sukabumi Dukung Emil Komitmen Hindari Korupsi

Sabtu 15 Des 2018 03:59 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Gita Amanda

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (kanan) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait OTT kasus korupsi dana pendidikan Kabupaten Cianjur di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (kanan) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait OTT kasus korupsi dana pendidikan Kabupaten Cianjur di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Pemkot akan berupaya maksimal menghindari modus korupsi yang terjadi di pemerintahan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi berkomitmen untuk mencegah adanya praktek maupun modus korupsi di wilayahnya. Langkah ini dilakukan menyikapi permintaan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang meminta bupati dan wali kota untuk menghindari modus korupsi.

"Kepemimpinan adalah amanah tidak hanya dari masyarakat tapi dari Allah SWT,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan Jumat (14/12). Hal ini disampaikan disela-sela kegiattan workshop literasi di Gedung Juang 45 Sukabumi.

Menurut Fahmi, pemkot akan berupaya secara maksimal menghindari modus korupsi yang terjadi di pemerintahan. Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan rapat bersama dengan pimpian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pejabat eselon dua serta tiga membahas masalah tersebut.

Di sisi lain Fahmi menerangkan, sebagai pemimpin muda ia mengajak semua elemen masyarakat aga terlibat dalam pembangunan. Intinya pemerintah mengajak untuk kolaborasi dan menyelesaikan permasalahan pembangunan di daerah.

‘"Kolaborasi misalnya dilakukan dalam program Homecare yang melibatkan para perawat," imbuh Fahmi. Selain itu dalam gerakan literasi pemerintah melibatkan pondok pesantren dan rumah ibadah untuk mendorong hal tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merasa prihatin dengan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan KPK terhadap Bupati Canjur. Ke depan Pemrov akan menggulirkan program Saber pungli untuk mencegah praktek serupa.

"Soal integritas, sangat prihatin dan sedih masalah Cianjur,’’ ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau sering disapa Emil kepada wartawan di Kota Sukabumi Kamis (14/12). Sebelumnya Emil seringkali mengingatkan niat dalam memimpin.

Kalau niatnya mengabdi kata Emil insya Allah selamat. Sementara jika mencari nafkah maka bersiasat dengan cara-cara yang akhirnya tidak baik. Hal ini selalu diingatkan buat diri sendiri maupun untuk bupati serta wali kota.

Emil menerangkan, modus korupsi cukup banyak. Ada yang memaksa ke bawahan, menitip ke kontraktor maupun jual beli jabatan. Hal ini pelan-pelan akan dikikis dengan progam saber pungli per Januari 2019.

Di sisi lain, pada masa kepemimpinannya sebagai gubenur Emil akan berdialog dan berdikusi mendengarkan curhatan dari bupati maupun wali kota. Upaya ini untuk mengurai kekusutan karena selama lima tahun lalu tidak pernah dilakukan hal tersebut.

"Sekarang diubah, sebagai wali kota dulu saya paham ada kebutuhan untuk diskusi dengan gubernur,’’ cetus Emil. Oleh karenanya diskusi dengan wali kota dan bupati akan rutin dilakukan selama tiga bulan sekali dan rencanaya akan dilakukan pada Januari dan Februari mendatang.

Jika kabupaten/kota dan provinsi kompak lanjut Emil maka akselersasi pembangunan di daerah makin meningkat. Jika dilakukan sendiri maka kecepatan hanya 30 persen namun dengan kekompakan maka kecepatan mebangun bisa dua kali lipat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA