Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Emil Ingatkan Warga Cianjur tak Berekspresi Berlebihan

Jumat 14 Dec 2018 15:33 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andri Saubani

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Rosidin (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait OTT kasus korupsi dana pendidikan Kabupaten Cianjur di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018) malam.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Rosidin (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait OTT kasus korupsi dana pendidikan Kabupaten Cianjur di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12/2018) malam.

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warga Cianjur gelar syukuran atas ditangkapnya Bupati Irvan Rivano Muchtar oleh KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerahkan form berita dari Menteri Dalam Negeri terkait penunjukan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman untuk menjadi Plt Bupati Cianjur, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (14/12). Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil meminta warga Kabupaten Cianjur untuk tidak berlebihan menanggapi penangkapan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar oleh KPK.

"Jangan berekspresi berlebihan, biasa saja. Jaga kondusivitas, jangan ekspresikan terlalu berlebihan, karena ada yang suka dan engga suka. Jadi secukupnya saja," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Saat dimintai pendapat tentang ada warga Cianjur yang syukuran, Emil menegaskan, jangan mengekpresikan terlalu berlebihan. Karena, masing-masing dari pihak politik pasti ada pihak pendukungnya juga.

"Ada yang suka dan tidak suka, jadi secukupnya saja. Kita tidak merekomendasikan dan menyarankan hal hal yang seperti itu. Oke ya?" katanya.

Emil meminta, jajaran Forkominda Cianjur menjaga stabilitas dan keberlanjutan pemerintahan di Kabupaten Cianjur. Termasuk pelayanan publik yang harus terus berjalan.

Menurut Emil, ia akan segera berkunjung ke Cianjur. Pemprov Jabar, akan mengawal kondusivitas Cianjur dan semuanya dalam bimbingan Gubernur dan Pemprov.

"Segera kumpulkan ulama dan lakukan renungan, saling nasihati kenapa terjadi, dan jangan terulang," katanya.

Di tempat yang sama, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan walaupun sempat terjadi riak atau euforia setelah penangkapan Bupati Cianjur oleh KPK, pihaknya telah membuat kondisi kembali kondusif. "Semua bisa terkendali walau sempat ada riak, tapi segera teratasi. Pelayanan di lapangan berjalan biasa," katanya.

Menurut Herman, semua bersedih karena tahu Bupati punya integritas dan agama yang bagus, selalu membina kamu untuk hati-hati. "Mungkin beliau lengah," katanya.

Dikatakan Herman, ia sudah menunjuk pejabat pelaksana tugas sejumlah pejabat Disdik Cianjur yang ditangkap KPK. "Saya akan melanjutkan program pembangunan bupati dengan fokus pada infrastruktur dan pariwisata," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA