Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Dikepung Ancaman Bencana, Warga Padang Lebih Waspada

Jumat 14 Dec 2018 15:10 WIB

Rep: Sapto Andika candra/ Red: Friska Yolanda

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartantosaat meninjau proses perakitan jembatan sementara bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Rabu, (12/12).

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartantosaat meninjau proses perakitan jembatan sementara bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Rabu, (12/12).

Jalur utama menuju luar kota berada di jalur rawan longsor. 

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Warga Kota Padang, Sumatra Barat, diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi risiko bencana. Dalam satu pekan ini saja, berbagai bencana hidrometeorologi melanda wilayah Sumbar, khususnya banjir dan tanah longsor. Bahkan jalur utama Kota Padang menuju Bukittinggi terputus sejak Senin (10/12) akibat ambruknya jembatan Sungai Kalu. 

Selain itu, dalam tiga hari terakhir jalur utama Padang-Solok sudah dua kali dilanda longsor di kawasan Panorama 2. Bahkan satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat kendaraan yang ditumpanginya terseret material longsor pagi tadi. Kota Padang seolah 'dikepung' ancaman bencana karena jalur-jalur utama menuju luar kota berada di jalur rawan longsor. 

"Sampai Januari curah hujan masih tinggi, kami imbau masyarakat agar menghindari titik-titik yang pernah terjadi longsor saat hujan deras. Kami ingatkan, kalau bisa tahan aktivitas ekonomi saat hujan deras," kata Kabid Kedaruratan dan Logistrik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat Rumainur, Jumat (14/12). 

Rumainur menambahkan, nyaris seluruh kabupaten/kota di Sumatra Barat memiliki titik-titik rawan longsor. Ia meminta BPBD di setiap kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih bila hujan deras melanda. Ancaman bencana lain yang mengintai saat hujan deras melanda, ujar dia, adalah banjir. 

"Sumbar ini semua (rawan longsor). Kalau Padang menuju Solok jelas sekitar sini (Sitinjau Lauik). Menuju Pessel juga rawan, Padang ke Bukittinggi, Bukittinggi ke Pasaman, perbatasan dengan Sumatra Utara pun, semuanya rawan. Apalagi Agam, seluruhnya rawan," katanya. 

Senada dengan Rumainur, Kapolsek Lubukkilangan AKP Sukur Hendri Saputra mengingatkan warga yang berdomisili dan berkegiatan ekonomi di wilayah setempat untuk waspada terhadap ancaman longsor. Ia menyebutkan, jalur favorit pengendara untuk menuju Solok tersebut memang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Ia mengimbau pengendara lebih waspada bila hujan deras melanda. 

"Kami imbau pengendara lebih hati-hati bila hujan melanda. Tim kami juga selalu siaga mengantisipasi bila bencana terjadi," katanya. 

Baca juga, Jalur Utama Padang-Solok Mulai Pulih

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA