Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Menteri PUPR Tinjau Jalur Padang-Bukittinggi yang Putus

Kamis 13 Des 2018 13:53 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan jembatan darurat di jalur utama Padang-Bukittinggi, Kamis (13/12).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan jembatan darurat di jalur utama Padang-Bukittinggi, Kamis (13/12).

Foto: Republika/Sapto Andiko Condro
Pembangunan jembatan darurat sepanjang 30 kilometer dikebut.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk meninjau langsung jalur utama Kota Padang menuju Bukittinggi, Sumatra Barat yang masih putus. Basuki menyebutkan, Presiden memonitor sendiri terkait putusnya jalur paling strategis di Sumatra Barat ini. Alasannya, jalur ini menghubungkan Kota Padang dengan sentra ekonomi lainnya di Sumbar seperti Kota Payakumbuh, Batusangkar, dan Kabupaten Agam. 

"Ini saya memang khusus ke sini diperintah Pak Presiden. Alhamdulillah monitor betul ini," jelas Basuki saat meninjau pembangunan jembatan darurat, Kamis (13/12). 

Saat ini pembangunan jembatan darurat sepanjang 30 meter sedang dikebut. Basuki menyebutkan bahwa jembatan panel tersebut ditargetkan rampung pada Jumat (14/12) dan bisa dilalui masyarakat pada Sabtu (15/12). Nantinya, jembatan darurat akan diberlakukan satu jalur dan diperuntukkan bagi pengendara dari Kota Padang menuju Bukittinggi. Sebaliknya, pengendara dari Bukittinggi yang menuju Kota Padang diarahkan melalui jalur Malalak. 

Pemerintah juga mulai merencanakan pembangunan jembatan permanen sebagai pengganti jembatan Sungai Kalu yang ambruk Senin (13/12) petang. Rencananya, setelah jembatan darurat bisa dilalui akhir pekan ini, petugas mulai membangun jembatan double bailey yang terletak di samping jembatan saat ini. Selanjutnya bila jembatan double bailey bisa digunakan, maka pengendara diarahkan untuk melintas di atasnya. Sementara jembatan darurat yang sebelumnya dipakai, dibongkar untuk dibangun jembatan permanen. 

"Jadwalnya, minggu ini jembatan darurat mulai dipakai. Minggu depan jembatan bailey rampung dibangun, jembatan darurat dibongkar. Baru dilanjutkan pengerjaan jembatan permanen tepat di lokasi lama," kata Basuki. 

Jembatan permanen yang ditargetkan bisa dibangun akhir Desember 2018 ini akan menelan biaya Rp 15 miliar. Basuki menyebutkan, pihaknya akan melakukan penunjukan langsung kepada kontraktor lokal sebagai pelaksana proyek. Targetnya, jembatan permanen akan rampung dibangun selama enam bulan. 

"Tidak perlu lelang. Ini kan sama seperti bencana. Kalau tidak segara dirampungkan, berapa ratus mobil antre, dan berapa kerugiannya," kata Basuki.  

Diberitakan sebelumnya, Jembatan Batang Kalu ambruk pada Senin (13/12) petang akibat tergerus arus sungai. Tingginya intensitas hujan yang terjadi di Sumatra Barat sejak awal pekan ini memicu berbagai bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor.

Baca juga, Jembatan Ambles, 300 KK di Padang Pariaman Terkurung

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA