Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Hujan, Jalur Utama Bukittinggi Menuju Pasaman Putus

Selasa 11 Dec 2018 08:35 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Dwi Murdaningsih

Kondisi terkini jembatan di Kayu Tanam, Padang Pariaman yang putus. Jembatan ini terletak di jalur utama Padang-Bukittinggi.

Kondisi terkini jembatan di Kayu Tanam, Padang Pariaman yang putus. Jembatan ini terletak di jalur utama Padang-Bukittinggi.

Foto: Dok BPBD
Ada tiga titik longsor yaitu Simpang Ladang Ateh, Jorong Palupuah, dan Pasie Laweh.

REPUBLIKA.CO.ID,  PADANG -- Jalur utama yang menghubungkan Kota Bukittinggi menuju ibu kota Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping, juga dilaporkan putus akibat tanah longsor. Tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Padang Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, hingga Pasaman membuat sejumlah titik mengalami longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Erman Rahman, menyebutkan bahwa tanah longsor yang memutus jalur Bukittinggi-Lubuk Sikaping terjadi di Kecamatan Palupuh. Pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan BPBD setempat dan Balai Jalan untuk segera melakukan pembukaan jalan.

"Ada tiga titik longsor yaitu Simpang Ladang Ateh, Jorong Palupuah, dan Pasie Laweh," kata Erman, Selasa (11/12).

3 Jalur Alternatif Padang-Bukittinggi Akibat Jembatan Putus

Sebelumnya, jalur utama Kota Padang menuju Bukittinggi, Sumatra Barat putus sejak Senin (10/12) petang. Hal ini disebabkan ambruknya jembatan yang terletak di Korong Pasa Usang Nagari Kayutanam, Padang Pariaman. Akibatnya, kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua tak bisa melintasi jalur utama ini. Jembatan yang putus memang terlihat parah. Badan jembatan terlihat amblas di kedua sisi dan sama sekali tak bisa dilalui.

Pengendara yang hendak menuju Kota Bukittinggi dari Kota Padang, Sumatra Barat dialihkan melalui tiga jalur alternatif, pascaputusnya jalur utama Padang-Padang Panjang akibat jembatan roboh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA