Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Yoneta tak Percaya Putranya Jadi Korban Pemberontak Papua

Sabtu 08 Dec 2018 23:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Evakuasi jenazah korban penembakan KKB di Nduga, Papua.

Evakuasi jenazah korban penembakan KKB di Nduga, Papua.

Foto: dok. Polda Papua
Emanuel telah bekerja di Papua selama lebih dari setahun.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Jenazah korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua bernama Emanuel Beli Bano Naektias tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (8/12) sore.

Jenazah pahlawan pembangunan Trans Papua yang tiba dengan maskapai penerbangan Lion Air JT 692 itu disambut dengan isak tangis keluarga. Salah satunya yang menyambut adalah ibu kandung korban dan didamping juga oleh sejumlah keluarga besar korban.

"Anak kami sudah bekerja di Papua selama kurang lebih satu tahun dua bulan, dan posisinya di sana sebagai kepala proyek pembangunan jalan trans Papua," kata ibu kandung korban Yoneta Koko, saat ditemui di Bandara El Tari Kupang.

Yoneta mengatakan, Emanuel adalah putra sulung dari lima bersaudara. Emanuel juga adalah satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga tersebut yang tinggal di Kota Kefa Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Baca juga, Pembantaian Nduga dan Teroris di Papua.

Yoneta menceritakan, pada awalnya dirinya dan seluruh keluarganya tak percaya dengan informasi yang beredar bahwa putra sulungnya itu menjadi korban kebiadaban Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua.

"Kami dapat informasi dari sejumlah media terkait anak kami itu. Namun semua pemberitaan yang disampaikan hanya sebatas dugaan, jadi kami tak percaya," ujar dia.

Untuk mencari kebenaran dari informasi tersebut, kata dia pihak keluarga hanya menunggu kabar dari perusahaan tempat korban bekerja yakni PT Istaka Karya.    "Kami justru berharap anak kami selamat dalam kejadian tersebut. Namun Tuhan berkehendak lain. Kami menerima kepergiaannya," ujar dia.

Pantauan Antara saat Bupati TTU Raymundus Fernandez juga turut hadir dalam penjemputan tersebut. Sementara itu Lanud El Tari Kupang  juga ikut hadir dengan menyiakan sejumlah kendaraanya untuk mengangkut jenazah korban serta sebuah kendaraan lagi yang disiapkan untuk membawa keluarga korban menuju ke Kefa.

 Jenazah direncanakan akan dimakamkan pada Ahad (9/12) besok.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA