Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Rabu, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 Desember 2018

Dubes Cina Kunjungi Keraton Kasepuhan

Kamis 06 Des 2018 23:01 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Gita Amanda

Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon.

Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon.

Foto: Dokpri Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat
Cirebon pun memiliki posisi yang strategis antara Jakarta dan Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Cirebon dan Cina sudah menjalin hubungan sejak ratusan tahun lalu. Hal itu dapat terlihat dari jejak sejarah dan peninggalan yang masih dapat dilihat di Cirebon.

"Cirebon merupakan kota yang sangat penting untuk Tiongkok,’’ ujar Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Xiao Qian, saat menemui Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, di Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Kamis (6/12).

Xiao menambahkan, Cirebon pun memiliki posisi yang strategis antara Jakarta dan Surabaya. Dengan posisinya yang dengat dengan ibu kota, Cirebon menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi di pulau Jawa.

Dalam lima tahun terakhir, lanjut Xiao, Indonesia juga menjadi negara yang sangat penting untuk Cina. Bahkan, Presiden Cina, Xi Jinping, sudah dua kali ke Indonesia.

"Karena itu kami ingin terus menjalin kerja sama antara Tiongkok dan Cirebon serta Jabar,’’ kata Xiao.

Sementara itu, Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, mengungkapkan, kerja sama antara Cirebon dan Tiongkok sudah terjalin sejak 600 tahun lalu. Pada abad ke-14, Laksamana Cheng Ho datang ke Cirebon. Pada abad ke-15, bangsa Tiongkok, Persia dan India juga sudah banyak yang mengunjungi Cirebon.

"Pada abad ke-15, Putri Ong Tien Nio (putri kaisar Tiongkok) datang ke Cirebon dan menikah dengan Sunan Gunung Jati,’’ tutur Sultan Sepuh.

Sultan Sepuh pun mengaku bersemangat menjallin kerja sama dengan Cina terutama dalam bidang pariwisata. Dia menyatakan, Cirebon memiliki destinasi wisata kelas dunia.

Tak hanya mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon, dubes Cina juga mengunjungi Balai Kota Cirebon dan Gua Sunyaragi. Di Gua Sunyaragi, dubes Cina diterima Putra Mahkota Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Luqman Zulkaedin.

Dalam kunjungannya ke Gua Sunyaragi, Dubes Cina mengagumi peninggalan sejarah yang dibangun oleh keturunan Sunan Gunung Jati tersebut. Pasalnya, Gua Sunyaragi yang berusia 400 tahun itu memiliki keunikan tersendiri dan masih terus terpelihara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA