Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Daerah Wisata Diminta Kurangi Penggunaan Botol Plastik

Sabtu 01 Dec 2018 06:03 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sampah dari botol plastik bekas (ilustrasi)

Sampah dari botol plastik bekas (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Kampanye penggunaan tumbler atau botol air isi ulang kini sedang digalakkan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani meminta pengelola daerah wisata yakni Raja Ampat, Kaimana, Wondama dan Kabupaten Tambrauw agar mengurangi sampah plastik terutama botol air mineral. "Pengurangan sampah plastik tersebut guna menghindari kerusakan lingkungan terutama pencemaran laut akibat sampah yang baru bisa ratusan tahun membusuk tersebut," kata Wagub di Manokwari, Jumat (30/11).

Dia mengatakan, sampah plastik seperti botol air mineral mengganggu kehidupan biota bawah laut dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai di alam. Menurut dia, daerah wisata bahari di Papua yakni Barat Raja Ampat, Kaimana, Wondama dan Kabupaten Tambrauw bahkan Manokwari harus menjaga kebersihan laut dari sampah plastik agar pariwisata daerah tersebut tetap berkelanjutan.

Ia menyampaikan, Kabupaten Raja Ampat sudah mulai mengurangi sampah plastik dengan mengampanyekan penggunaan tumbler atau botol air isi ulang. Penggunaan tumbler tersebut adalah salah satu upaya nyata mengurangi botol plastik yang dapat menghasilkan banyak sampah di perairan daerah tujuan wisata.

Wagub berharap tidak hanya Raja Ampat, tetapi daerah wisata Kaimana, Wondama, Tambrauw dan Kabupaten Manokwari mengikuti penerapanan penggunaan tumbler tersebut. "Bahkan seluruh daerah di Provinsi Papua Barat dapat pula melakukan program-program konservasi yang dapat mengurangi sampah plastik,"  tambah dia.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA