Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Dana Desa Diklaim Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Jumat 30 Nov 2018 10:46 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Andri Saubani

Ilustrasi Dana Desa

Ilustrasi Dana Desa

Hingga tahun keempat, dana desa yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 187 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA—Masa empat tahun kepemimpinan pemerintahan Jokowi-JK diklaim telah berhasil mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Hal itu diwujudkan di antaranya lewat program dana desa.

Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Nurdin mengatakan, hingga tahun keempat ini sudah mencapai sekitar Rp 187 triliun anggaran yang dikucurkan untuk dana desa. "Tahun depan sekitar Rp 70 triliun berarti total Rp 257 triliun. Impact dari dana desa mengurangi angka kemiskinan di desa-desa serta menurun tingkat pengangguran," kata Nurdin saat ditemui seusai menjadi pembicara dalam dialog publik bertema “Kesejahteraan Untuk Indonesia Maju” di Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Kamis (29/11).

Melalui dana desa, lanjut Nurdin, sekitar 6 juta warga telah terserap dalam program padat karya dari adanya dana desa. Karena, 30 persen dari dana desa itu diperintahkan untuk digunakan dalam proyek yang sifatnya padat karya supaya warga di desa bisa terlibat.

Selain itu, menurutnya masih banyak indikator yang bisa dilihat dari keberhasilan gagasan yang dikeluarkan pemerintah selama empat tahun terakhir ini. "Kami juga lihat angka-angka stunting jauh ada penurunan dan masih ada beberapa indikator yang lainnya, indikator yang paling umum dilihat dari jumlah desa yang tertinggal," jelas Nurdin.

Dia memaparkan, dari target lima ribu desa yang dulu tertinggal telah terlampaui hingga sekitar delapan ribu desa yang telah terakomodir oleh dana desa. Kemudian desa mandiri juga sudah terlampaui dari target dua ribu. 

Artinya, lanjut dia, akan ada loncatan penurunan angka-angka kemiskinan dan pengangguran di desa-desa. Terlebih, setelah diakumulasi dengan pembangunan sarana prasarana yang terus berlanjut.

Sementara itu, Deputi II Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho menambahkan, selama empat tahun terakhir pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. "Kami juga ingin sampaikan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan hanya bendungan, jalan, bandara. Artinya, tidak hanya infrastruktur fisik yang kami bangun namun juga SDM," tambah Yanuar.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA