Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Hujan Deras, Sejumlah Titik di Kota Bandung Dilanda Banjir

Kamis 22 Nov 2018 20:07 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Supratman, akibat meluapnya drainase saat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung, Kamis (22/11).

Sejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Supratman, akibat meluapnya drainase saat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung, Kamis (22/11).

Foto: Republika/Edi Yusuf
rata-rata ketinggian genangan air di titik-titik tersebut berkisar 30 sentimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hujan turun dengan lebat di Kota Bandung Kamis (22/11) sejak siang hingga sore hari. Akibatnya sejumlah titik di Kota Bandung dilaporkan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arif Prasetya mengatakan sejumlah titik tergenang air akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi. Banjir yang biasa disebut 'banjir cileuncang' ini terjadi di sejumlah ruas jalan. 'Banjir cileuncang' adalah banjir yang terjadi akibat derasnya aliran air namun surut dalam waktu yang relatif singkat.

"Banjir di Jalan Rumah Sakit, perempatan Gedebage, Jalan Ahmad Yani, Cikutra, Jalan Laswi-Sukabumi, Pasar Induk Gedebage, Jalan Ir H Juanda Atas, Kiaracondong, Sabang-Cakranagara, ini 'banjir cileuncang' tidak tertampung dalam saluran," kata Arif saat dihubungi Republika, Kamis (22/11).

photo

Warga melintasi banjir di kawasan Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/11/2018).

Ia menyebutkan rata-rata ketinggian genangan air di titik-titik tersebut berkisar 30 sentimeter. Ia mengatakan genangan air tidak terlalu lama. Saat hujan reda, genangan air pun surut dengan waktu relatif singkat.

Menurutnya, 'banjir cileuncang' terjadi akibat hujan yang turun sangat deras. Sehingga membuat aliran air tidak tertampung di saluran-saluran dan meluber dari sungai yang melintasi Kota Bandung. "Curah air yang sangat besar, saluran tidak dapat menampung secara sempurna," ujarnya.

Ia mengatakan saat banjir terjadi setiap UPTD kewilayahan langsung menangani ke lokasi banjir. Seperti membersihkan saluran jika ada sampah yang menghambat aliran air.

photo

Seorang warga membawa perlengkapan tidur untuk mengungsi dari rumahnya yang terendam banjir di Kampung Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (12/11/2018).

Tak hanya genangan air di sejumlah lokasi, hujan deras ini juga menyebabkan reling (tiang pegangan) di sebuah jembatan putus. Jembatan itu berlokasi di Jalan Empang, Bodogol, Ciwastra. "Jembatan tidak ambruk hanya reling jembatannya saja rusak karena banyak tersangkut sampah sehingga menyumbat air di atas jembatan," tuturnya.

Jembatan selebar dua meter dengan panjang 20 meter itu, kata dia, masih bisa dilalui. DPU pun memasang pengaman sementara di jembatan yang dilintasi sungai Cidurian itu.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA