Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Wagub NTB: Merusak Hutan, Hancurkan Daerah Kita ke Depan

Kamis 22 Nov 2018 08:04 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah komunitas menggelar gerakan sebar dan tanam bibit pohon di sejumlah lokasi terdampak gempa di Lombok pada Rabu (21/11).

Sejumlah komunitas menggelar gerakan sebar dan tanam bibit pohon di sejumlah lokasi terdampak gempa di Lombok pada Rabu (21/11).

Foto: Komunitas Matakali
Akibat pembalakan hutan yang masif, banyak daerah kebanjiran.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah meminta masyarakat tidak lagi melakukan pembalakan liar dan membakar hutan demi keuntungan pribadi. Dia mengatakan, kelestarian lingkungan menjadi hal yang sangat penting untuk selalu dijaga.

"Saya imbau kepada seluruh masyarakat NTB, illegal logging, pembalakan liar, membakar hutan itu sama seperti kita menghancurkan daerah kita ke depan," ujar Rohmi di Mataram, NTB, Rabu (21/11).

Rohmi menjelaskan, akibat pembalakan hutan yang begitu masif, banyak daerah yang sebelumnya tidak pernah banjir kini mengalami banjir. Menurut Rohmi, alasan ekonomi yang menjadi faktor pada setiap perbuatan pembalakan hutan tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, selalu ada jalan keluar dalam setiap permasalahan tanpa harus merusak lingkungan.

Rohmi menyampaikan, Pemprov NTB memiliki tugas besar dalam menurunkan angka kemiskinan, terlebih dalam kondisi pascagempa seperti saat ini. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan musibah gempa sebagai momentum perbaikan.

"Intinya kita tidak mau menjadikan bencana untuk alasan kita tidak bisa dapatkan pencapaian yang baik ke depan. Justru dengan bencana, kita harus lebih kencang berlari, jangan menyurutkan semangat kita," lanjutnya.

Rohmi menilai, penindakan terhadap pelaku pembalakan hutan menjadi hal yang harus terus digencarkan. Selain penegakan dari aparat hukum, hal terpenting ialah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk secara sadar menjaga lingkungan dengan cara dialog.

"Dialog-dialog kenapa masyarakat dilarang, sebabnya untuk mereka juga dan harus lebih rajin pemerintah dialog sama masyarakat,  kalau mereka paham saya yakin tidak ada yang begitu (merusak lingkungan)," kata Rohmi.

Dalam mengawal kelestarian lingkungan, Pemprov NTB juga terus membangun sinergi dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak dan peduli di bidang lingkungan. Rohmi juga mengimbau para akademisi ikut memberikan masukan terkait program kelestarian lingkungan yang tepat sasaran.

"Program Pemprov NTB gerakan mencintai lingkungan. Tidak boleh upaya turunkan kemiskinan dengan mengabaikan lingkungan," ucapnya.

Baca juga, Ramai-ramai Tanam Pohon di Lokasi Terdampak Gempa Lombok

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES