Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Banten Targetkan 50 Ribu Hektare untuk Penghijauan

Rabu 14 Nov 2018 09:45 WIB

Red: Muhammad Hafil

Penghijauan (Ilustrasi).

Penghijauan (Ilustrasi).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Jumlah lahan kritis di Banten mencapai 193 ribu hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Gerakan penghijauan hutan dan lahan di Provinsi Banten ditargetkan seluas 50.000 hektare per tahun. Penghijauan dilakukan melalui penyaluran aneka tanaman dari petani yang menerima bantuan program Kebun Bibit Desa (KBD).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten M Husni, mengatakan gerakan penghijauan itu untuk merehabilitasi hutan (hutan gundul) dan lahan kritis.  
Sebagian besar bantuan aneka tanaman itu dialokasikan di wilayah selatan Kabupaten Lebak dan Pandeglang sebagai di daerah itu sebagai kawasan hutan terluas di Provinsi Banten.

Melalui penyaluran bantuan penghijauan itu, kata dia, nantinya kawasan tersebut ditanami aneka tanaman melalui program KBD seluas 50 ribu hektare per tahun.      "Kami berharap bantuan bibit tanaman dapat mengantisipasi kerusakan hutan dan lahan," katanya.

Bantuan aneka tanaman itu, antara lain jenis pohon mahoni, albasia, manglid, sukun, dan tanaman hortikultura. Ia menjelaskan program penghijuan tersebut tentu dapat menyejahterakan masyarakat karena bisa mencegah bencana alam dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Gerakan penghijauan bisa dilakukan melalui penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS), hutan produksi, hutan lindung, dan wilayah tangkapan sumber air.     
"Kami berkomitmen melakukan penghijauan, selain memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat dan mampu mengantisipasi pemanasan global juga dapat mengurangi tingkat kerusakan hutan," katanya.  

Dia mengatakan saat ini, jumlah lahan kritis di Banten mencapai 193 ribu hektare sehingga perlu penanganan secara berkelanjutan. Kerusakan lahan itu, ujarnya, tentu menimbulkan banjir, banjir bandang, longsor, dan kekeringan.

Oleh karena kerusakan lingkungan, kata dia, air hujan tidak secara langsung terserap ke tanah, namun mengalir ke aliran sungai. "Kami meminta masyarakat dapat menjaga hutan dan lahan agar tetap lestari," kata Husni.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA