Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Polisi Selidiki Kelalaian Panitia 'Surabaya Membara'

Jumat 09 Nov 2018 23:40 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Pementasan drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi)

Pementasan drama kolosal Surabaya Membara di Jalan Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi)

Foto: Yasin Habibi/ Republika
Warga berlompatan dari atas viaduk setinggi enam meter saat kereta tiba-tiba lewat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki kelalaian panitia penyelenggara pementasan drama kolosal "Surabaya Membara" yang menelan korban jiwa. Sejumlah korban penonton yang menyaksikan dari atas viaduk Jalan Pahlawan Surabaya menjadi korban saat menyaksikan acara ini.

Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada wartawan di tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (9/11) malam, menyebut dua korban meninggal dunia, serta enam lainnya mengalami luka-luka. Sebuah kereta api tiba-tiba melintas di atas viaduk tersebut, sesaat sebelum pementasan drama kolosal dimulai.

Dia mengatakan korban luka-luka saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendata nama-nama korban. Polisi juga terlihat masih melakukan olah TKP.

Pementasan drama kolosal "Surabaya Membara" digelar rutin di sekitar Tugu Pahlawan, dengan menutup Jalan Pahlawan Surabaya. Selama delapan tahun terakhir setiap tanggal 9 November, lokasi tersebut digunakan untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.

Secara berturut-turut pada pementasan selama tujuh tahun sebelumnya, viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya itu selalu menjadi tempat favorit para warga untuk menyaksikan pementasan drama kolosal "Surabaya Membara". Selama itu pula setiap kali pertunjukan drama kolosal Surabaya Membara berlangsung tidak pernah ada kereta api yang melintas.

Karenanya, tadi malam, sebelum pertunjukan berlangsung, penggagas drama kolosal Surabaya Membara Taufik "Monyong" Hidayat, melalui pengeras suara mempersilakan warga kota mencari tempat senyaman mungkin. Warga mulai berdatangan sejak pukul 18.00 WIB. Taufik mempersilakan warga memanfaatkan dari sisi manapun kawasan Jalan Pahlawan Surabaya, termasuk dari atas viaduk.

Seniman yang juga Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur itu lantas menyatakan keprihatinannya dan kemudian mengajak seluruh penonton lainnya berdoa bersama usai pementasan atas jatuhnya korban. Dua di antaranya telah dipastikan meninggal dunia.

Dia menyaksikan sendiri para korban sempat berlompatan dari atas viaduk setinggi enam meter saat kereta api tiba-tiba lewat. Kombes Pol Rudi Setiawan menyatakan akan menyelidiki kelalaian panitia atas tragedi ini. "Nanti akan kami selidiki kemungkinan adanya kelalaian dari pihak panitia," ucapnya. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES