Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Curah Hujan Tinggi, BMKG Ingatkan Bencana Hidrometeorologi

Jumat 09 Nov 2018 22:55 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Friska Yolanda

Pantauan cuaca BMKG.

Pantauan cuaca BMKG.

Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho
Sejumlah wilayah di Indonesia berotensi hujan lebat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memonitoring dan menganalisis kondisi cuaca dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya peningkatan kejadian cuaca signifikan dimana hujan lebat-sangat lebat terjadi di sebagian wilayah Indonesia. Peningkatan curah hujan ini poyensi berdampak genangan, banjir, longsor dan banjir bandang.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo menuturkan dalam satu pekan ke depan, berdasarkan pantauan dan analisis menunjukkan curah hujan dengan intensitas lebat masih berpeluang terjadi. "Akibatnya potensi bencana Hidrometeorologi mungkin terjadi diantara lain; genangan, banjir, longsor, banjir bandang dan puting beliung," ujar Prabowo dalam keterangannya, Jumat (9/11).

Ia mengungkapkan, kondisi cuaca seperti ini dipicu oleh adanya aktivitas aliran massa udara basah atau fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO). Pergerakannya dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang menuju ke wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian Barat dan Tengah, menyebabkan kondisi atmosfer wilayah itu sangat basah.

Prabowo menjelaskan bahwa pada skala lokal proses konveksi atau pemanasan dan penguapan lokal juga turut mendukung adanya pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan. Adanya pola sirkulasi angin tertutup (siklonik) yang berada di Samudera Hindia perairan Barat Sumatera dan Laut Cina Selatan bagian Barat perairan Kepulauan Natuna.

Siklonik ini mempengaruhi pola pergerakan angin sehingga terbentuk pola belokan, pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah tersebut. Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah.

"Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode sepekan kedepan," paparnya.

Beberapa wilayah sepekan ke depan yang berpotensi hujan lebat disertai kilat di Sumatra diantaranya, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung. Untuk wilayah Jawa di semua provinsi. Di Kalimantan di antaranya, Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim. Untuk Sulawesi diantaranya Sulteng, Sulbar, Sulut, Gorontalo. Dan wilayah lain di timur Indonesia seperti di Maluku, Papua dan Papua Barat.

"Sedangkan potensi potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia Barat Aceh, Samudera Hindia Barat Kep. Nias, Samudera Hindia Barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia Barat Bengkulu," kata Prabowo menambahkan.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES