Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Permukiman Warga di Kabupaten Bandung Masih Terendam Banjir

Jumat 09 Nov 2018 13:40 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Sejumlah kendaraan melintasi genangan air yang mulai membanjiri Jalan Anggadireja, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (8/11).

Sejumlah kendaraan melintasi genangan air yang mulai membanjiri Jalan Anggadireja, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (8/11).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Ketinggian banjir bervariasi dari mulai 10 sentimeter hingga 100 sentimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, BALEENDAH -- Sejumlah permukiman warga di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung seperti Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang masih terendam banjir. Hujan yang terjadi sejak Kamis (8/11) malam lalu, meski relatif kecil membuat Sungai Citarum meluap dan membanjiri pemukiman warga.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, banjir masih terjadi di pemukiman warga di antaranya di Kampung Cijagra, Bolero, Babakan Sangkuriang, Citereup, Cilisung, Bojong Asih, Babakan Leuwi Asih, Cisirung, Citepus, Palasari serta Cigosol.

Beberapa kampung tersebut berada di tiga Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang. Ketinggian banjir bervariasi dari mulai 10 sentimeter hingga 100 sentimeter. Sementara, akses jalan di jalan Anggradireja sempat terendam banjir 10 cm hingga 60 cm dan perlahan mulai surut. Termasuk di Jalan Andir menuju Katapang.

photo

BALEENDAH- Sebagian korban banjir di wilayah Baleendah, Kabupaten Bandung mulai memindahkan barang-barang miliknya ke posko pengungsian di GOR Inkanas, Baleendah, Jumat (9/11). Sementara sebagian korban lainnya sudah ada yang menginap di posko pengungsian terutama para lelaki.

Kabid BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat, mengatakan beberapa wilayah di tiga kecamatan masih terendam banjir. Meski begitu, kondisi ketinggian banjir relatif tidak tinggi seperti yang terjadi beberapa hari kemarin. "Beberapa ruas jalan terendam banjir,” ujarnya, Jumat (9/11).

Salah seorang pengungsi, Neti (39 tahun) warga Kampung Jambatan RT 03 RW 09, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mengaku sejak hujan deras Rabu (7/11) malam, ribuan rumah warga terendam banjir akibat luapan sungai Citarum. Sehingga ia berinisiatif bersama keluarganya memindahkan barang ke posko pengungsian.

"Banjir naik surut, jadi kita persiapan aja memindahkan barang seperti pakaian dan tempat tidur matras ke posko pengungsian," ujarnya saat ditemui di Posko Pengungsian Gor Inkanas, Jumat.

Ia menuturkan, saat ini rumah dua lantai miliknya terendam banjir bagian lantai satu dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Jika hendak mengambil barang ia terpaksa melewati jalan gang yang terendam. Beruntungnya rumah miliknya tidak jauh dari jalan raya.

Menurutnya, ia belum menginap di posko pengungsian. Namun tiap siang datang ke posko pengungsian. "Ibu-ibu belum ada yang menginap tapi siang datang ke posko. Laki-laki ada yang nginap. Kurang lebih 20 orang," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES