Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Angka Kecelakaan di Purwakarta Selama 2018 Meningkat

Jumat 09 Nov 2018 10:14 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Agus Yulianto

 Kecelakaan beruntun mewarnai gelaran olah tempat kejadia  perkara (TKP) di KM 91 Tol Cipularang, Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Purwakarta (Ilustrasi).

Kecelakaan beruntun mewarnai gelaran olah tempat kejadia perkara (TKP) di KM 91 Tol Cipularang, Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Purwakarta (Ilustrasi).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Kecelakaan ini, mayoritas faktornya adalah human error.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA --Satuan Lalulintas Polres Purwakarta melansir angka kecelakaan di wilayah ini mengalami peningkatan. Selama 2018 ini, jumlah kecelakaan mencapai 401. Angka ini, mengalami kenaikan jika dibanding dengan kasus yang sama selama 2017.

Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Ricky Adi Pratama, membenarkan angka kecelakaan di wilayahnya masih cukup tinggi jika dilihat dari kasusnya. Sebab, selama 2017 lalu, hanya 390 kasus kecelakaan yang terjadi. 

"Sedangkan, di tahun ini sampai Oktober kemarin angkanya sudah menembus 401 kasus," ujarnya, kepada Republika.co.id, Kamis (8/11).

Namun dari sisi korban jiwa, selama 2018 ini,  jumlahnya ada penurunan. Hingga Oktober kemarin jumlah korban jiwa akibat kecelakaan tercatat 125 orang. Sedangkan di 2017, mencapai 183 orang. Akan tetapi, data korban jiwa di 2018 ini masih sementara karena masih menyisakan dua bulan lagi.

Selain itu, kasus kecelakaan yang terjadi selama dua tahun terakhir, masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Pasalnya, selama 2017 ada 408 kendaraan roda dua yang terlibat kecelakaan. Sedangkan, roda empatnya hanya 274 unit.

Di tahun ini, kondisinya tak jauh berbeda. Yakni, 411 sepeda motor terlibat kecelakaan. Sedangkan, kendaraan roda empatnya hanya 287 unit. Adapun penyebab dari kecelakaan ini, mayoritas adalah human error.

"Operasi ini, sebenarnya untuk mengedukasi masyarakat supaya lebih tertib lagi. Tetapi, mayoritas masyarakat justru takut dengan adanya operasi yang diadakan kepolisian," ujar Ricky.

Sampai hari kesepuluh operasi zebra lodaya ini, pihaknya sudah menindak 3.000 pelanggar lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 70 persennya pelanggar kendaraan roda dua. Bahkan, dari para pelanggar itu banyak di antaranya pengendara di bawah umur.

Siti Khadijah (25 tahun) warga Kecamatan Plered, mengaku, dirinya sangat takut jika ada razia kepolisian. Termasuk hari ini. Pegawai perusahaan swasta ini, terjaring razia karena lupa membawa STNK.

"Pokoknya kalau ketemua sama razia, kaki dan lutut suka bergetar. Soalnya takut ditanya-tanya sama petugasnya. Sya kena tilang karena lupa membawa STNK motor," ujarnya dengan wajah tertunduk. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES